Menkeu Ultimatum, Kepala BGN Bongkar Alasan Serapan MBG Molor

Screenshot 20250919 081520 Google 1930840041

RAEBESINEWS.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait rendahnya penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun.

Dadan menjelaskan, serapan anggaran BGN sangat bergantung pada jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. Semakin banyak SPPG, semakin besar pula dana yang terserap.

“Mesin penyerapan itu jumlah SPPG. Satu SPPG berdiri satu hari, maka Rp1 miliar per bulan akan terserap,” ujar Dadan di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/9).

Baca Juga: Kepala BGN Beberkan Penyebab Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Ia memaparkan, pada Januari lalu hanya ada 190 SPPG sehingga dana yang terserap baru Rp190 miliar. Kini jumlah itu meningkat signifikan menjadi 8.344 SPPG atau setara Rp8,3 triliun.

“Akhir September targetnya 10 ribu SPPG. Dengan begitu, Oktober bisa terserap Rp10 triliun per bulan. Kalau Oktober sudah 20 ribu SPPG, November bisa Rp20 triliun,” jelasnya.

Menurut Dadan, mekanisme ini membuat lonjakan serapan anggaran terjadi di penghujung tahun, seiring bertambahnya jumlah SPPG.

Baca Juga: Profil Farida Faricha, Kader PKB yang Baru Dilantik Jadi Wakil Menteri Koperasi

Menanggapi permintaan Menkeu agar laporan penyerapan disampaikan rutin setiap bulan, Dadan menyebut koordinasi dengan Kementerian Keuangan sudah terjalin erat.

“Saya dengan Menkeu selalu berkoordinasi. Bahkan sebelumnya dengan Bu Sri Mulyani sudah beberapa kali konferensi pers. Jadi dengan Pak Purbaya akan kita lakukan juga,” katanya.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menegaskan akan menarik kembali anggaran kementerian atau lembaga yang tidak terserap hingga akhir tahun.

Baca Juga: Erick Thohir Resmi Jadi Menpora, Bagaimana Posisi Menteri BUMN dan Ketum PSSI?

Ia bahkan mengancam akan memantau langsung penggunaan anggaran mulai Oktober.

“Kalau tidak bisa belanja sampai akhir tahun, uangnya kita ambil dan alihkan ke program yang siap dan berdampak langsung ke rakyat. Saya tidak mau ada uang nganggur,” tegasnya.

Purbaya juga memastikan Kepala BGN akan diminta memberi penjelasan ke publik jika realisasi MBG masih rendah.

Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Menko Polkam dan Menpora Baru, Ini Daftar Lengkapnya

Pemerintah pun menyiapkan tim khusus untuk membantu kementerian/lembaga agar serapan belanja negara lebih merata dan tidak menumpuk di akhir tahun.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *