Kemenkeu Ungkap Realisasi APBN 2025: Rp420,2 Triliun Terserap untuk Program Prioritas

Screenshot 20250922 144111 Chrome 2309948268

RAEBESINEWS.COM – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan realisasi anggaran program prioritas pemerintah pusat tahun 2025.

Hingga 8 September 2025, tercatat Rp420,2 triliun atau 45,5 persen dari total pagu Rp923,8 triliun telah terserap.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa anggaran tersebut diarahkan untuk program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti perlindungan sosial, pelayanan publik, sarana-prasarana produktif, hingga stabilisasi harga dan produksi pangan.

Baca Juga: Transfer ke Daerah Tembus Rp571,5 Triliun, Belanja Daerah Justru Turun 14,1%

 

Fokus pada Perlindungan Sosial

Sejumlah program perlindungan sosial tercatat sudah berjalan dengan capaian signifikan:

  • Program Keluarga Harapan (PKH): Rp18,4 triliun untuk 10 juta keluarga penerima manfaat.

Baca Juga: Pesan Tegas Para Menteri Baru Prabowo: “Tak Ada Istirahat untuk Bangsa

  • PIP/KIP Kuliah & Beasiswa: Rp14,7 triliun bagi 12,2 juta siswa dan mahasiswa.
  • Kartu Sembako (BPNT): Rp34,4 triliun untuk 18,3 juta penerima.
  • Bantuan Iuran JKN: Rp34,7 triliun bagi 96,7 juta peserta.
  • Perumahan: Rp18,8 triliun untuk pembangunan 163,8 ribu rumah.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar untuk memperluas pelayanan publik, antara lain:

  • Makan Bergizi Gratis: Rp13 triliun untuk 22,7 juta penerima.

Baca Juga: Menkeu Ultimatum, Kepala BGN Bongkar Alasan Serapan MBG Molor

  • Cek Kesehatan Gratis & Revitalisasi Posyandu: Rp9 triliun bagi 31,1 juta peserta.
  • Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda: Rp0,8 triliun untuk 165 sekolah.

Dalam bidang infrastruktur dan produktivitas, realisasi anggaran meliputi:

  • Renovasi & Revitalisasi Sekolah: Rp9,2 triliun untuk 12,5 ribu sekolah.

Baca Juga: Tak Sekadar Kunjungan, Ini Makna Penting Kehadiran Prabowo di Expo Osaka 2025

  • Bendungan, Irigasi & SDA: Rp7,9 triliun (42,1% progres).
  • Preservasi Jalan & Jembatan: Rp5,5 triliun (29,5% progres).
  • Program Kampung Nelayan & Budidaya Ikan Nila Salin: Rp1 triliun (37% progres).

Pemerintah juga menyalurkan anggaran besar untuk menjaga kestabilan harga:

  • Subsidi Non-Energi (pupuk & KUR): Rp41,5 triliun bagi 8,4 juta petani.

Baca Juga: Bertolak ke New York, Prabowo Siap Bawa Agenda Besar Indonesia di PBB

  • Subsidi & Kompensasi Energi: Rp176,5 triliun untuk 42,4 juta pelanggan.
  • Lumbung Pangan: Rp6,4 triliun untuk 37,6 ribu unit.
  • Cadangan Pangan Bulog: Rp22,1 triliun setara 2,1 juta ton beras/gabah.

Kemenkeu menegaskan bahwa realisasi APBN ini menjadi bukti bahwa anggaran negara difokuskan untuk melindungi masyarakat, menjaga daya beli, meningkatkan pelayanan, sekaligus menopang stabilitas ekonomi nasional.***

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *