Di Kongres PSI, Prabowo Ungkap Filosofi Pemimpin Seperti Bumi dan Samudra

IMG 20250721 WA0093 2373871721

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan mendalam tentang makna kepemimpinan sejati dalam budaya Nusantara.

Dalam pidatonya pada Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Minggu (20/7), Prabowo menekankan bahwa seorang pemimpin ideal harus memiliki sifat seperti bumi rela diinjak, namun tetap memberi kehidupan bagi rakyat.

“Pemimpin pindo bahana, seperti bumi. Sumber kekuatan, tetapi siap diinjak. Bumi diinjak, tapi bumi rela. Bumi memberi makan, energi, dan kekayaan,” ungkap Prabowo di hadapan para kader PSI.

Baca Juga: Prabowo Tegas: Pemimpin Harus Siap “Meletus” Lawan Koruptor dan Pengkhianat Bangsa

Menurut Prabowo, pemimpin sejati tidak mengejar kenyamanan atau pujian, melainkan rela berkorban dan menjadi fondasi bagi rakyat, meski harus menghadapi tekanan, kritik, hingga fitnah.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan adalah pengabdian, bukan sekadar kekuasaan.

“Pemimpin itu dimaki seperti samudra. Kotoran bumi ditelan oleh samudra, tapi yang keluar tetap air bersih,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Sebut Pemimpin Harus Seperti Samudra: Siap Difitnah, Tetap Hadirkan Solusi

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memaparkan delapan sifat pemimpin berdasarkan ajaran leluhur Nusantara, yaitu:

  1. Pindo Jaladri – seperti samudra, luas dan mampu menampung segala cercaan.
  2. Pindo Chandra – seperti bulan, memberi ketenangan dan penerangan.
  3. Pindo Kartiko – seperti bintang, menjadi pedoman arah.
  4. Pindo Suryo – seperti matahari, memberi kehangatan dan solusi.
  5. Pindo Arga – seperti gunung, kokoh dan teguh.
  6. Pindo Dahana – seperti api, membakar semangat dan melawan ketidakadilan.
  7. Pindo Bayu – seperti angin, hadir di mana saja.
  8. Pindo Bahana – seperti bumi, siap diinjak tapi memberi kehidupan.

Prabowo menekankan bahwa nilai-nilai ini merupakan warisan berharga dari nenek moyang bangsa Indonesia, yang perlu ditanamkan kembali kepada generasi muda.

Baca Juga: Hangatnya Malam di Solo: Prabowo dan Kabinet Nyanyi Bareng Wartawan di Warung Bakmi

“Ini ajaran nenek moyang kita ribuan tahun. Pemimpin bukan untuk menikmati kekuasaan, tapi untuk mengabdi kepada rakyat,” tegasnya.

Pidato Prabowo ini mendapat sambutan hangat dari para kader PSI yang hadir, dan menjadi pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya soal strategi politik, tetapi juga soal keteladanan moral dan spiritual.***

Baca Juga: Prabowo Ingin Rakyat Dapat Obat dan Sembako Murah Lewat Koperasi Desa Merah Putih

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *