RAEBESINEWS.COM – Momen hangat terjadi dalam pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Ketua MPR China, Wang Huning, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/12).
Prabowo memperlihatkan foto bayi panda yang baru lahir di Indonesia—kelahiran pertama setelah 10 tahun—kepada Wang, dan langsung menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Prabowo menjelaskan bahwa China meminjamkan dua panda kepada Indonesia sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Baca Juga: Jalankan Instruksi Prabowo, TNI AD Kerahkan Kapal Logistik Besar ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
Setelah satu dekade, panda betina tersebut akhirnya melahirkan seekor bayi.
“Yang Mulia, kami dapat laporan kemarin. Panda yang diberikan 10 tahun lalu baru saja melahirkan satu bayi,” kata Prabowo.
Wang Huning tampak antusias saat melihat foto bayi panda itu. “Selamat, selamat. Itu memang tidak mudah,” ujarnya.
Baca Juga: Upaya Pemulihan Aceh Tamiang Dipercepat: Akses Dibuka, Bantuan Dikirim Lewat Sungai dan Airdrop
Prabowo kemudian bercerita bahwa bayi panda tersebut selalu berada dalam gendongan induknya.
“Ibunya tidak membiarkan kita mengambilnya, terus dipeluk,” ungkapnya. Wang pun mengiyakan sambil berkomentar, “Itu sangat kecil sekali.”
Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa Taman Safari meminta dirinya memberikan nama untuk bayi panda tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Kerahkan Truk BBM dan Alat Berat ke Aceh Tamiang, Akses Darat Mulai Terbuka
Ia memilih nama Satrio Wiratama, yang berarti pejuang yang mulia, berani, dan berbudi luhur. “Tiap hari kita akan panggil Rio,” tutur Prabowo.
Wang sempat melontarkan candaan, “Harus dikirimkan ke militer,” yang membuat keduanya tertawa kecil.
Dalam kesempatan itu, Wang menyampaikan apresiasi kepada Indonesia karena panda asal China bisa berkembang biak dan melahirkan di Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Fokus Pulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar: Seluruh Kekuatan Negara Dikerahkan
“Terima kasih banyak. Panda kami bisa melahirkan anak di Indonesia,” ujarnya.
Kelahiran bayi panda Satrio menjadi simbol baru penguatan hubungan diplomatik Indonesia–China, sekaligus menjadi kabar membanggakan bagi konservasi satwa di Tanah Air.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





