RAEBESINEWS.COM – Hujan ekstrem dengan curah tertinggi sepanjang sejarah melanda Bali dan menyebabkan banjir besar, Rabu (10/9/2025).
Bencana ini menewaskan sedikitnya enam orang, merusak ratusan rumah, hingga melumpuhkan akses jalan dan kawasan wisata.
Dua korban tewas pertama yang teridentifikasi yakni Nita Kumala (23), warga Desa Pengambengan, Jembrana, serta I Komang Oka Sudiastawa (38), warga Desa Dangin Tukadaya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco ke Istana Merdeka, Bahas Apa?
Sementara itu, empat orang meninggal akibat bangunan roboh di Denpasar Barat. Sejumlah warga lain masih dinyatakan hilang.
Curah Hujan Pecahkan Rekor
Pakar iklim BMKG, Siswanto, menjelaskan curah hujan harian di Bali mencapai level luar biasa.
Baca Juga: Dari Koperasi hingga Kapal Nelayan, Inilah Rencana Prabowo Buka Pekerjaan Baru
“Di Jembrana, curah hujan ekstrem tercatat 385,5 mm per hari. Ini bahkan merupakan hujan dengan curah tertinggi dalam catatan sejarah,” ujarnya.
Di Stasiun Geofisika Denpasar, angka curah hujan tercatat 188,4 mm. BMKG menegaskan fenomena ini dipicu Gelombang Ekuatorial Rossby, yang mendorong akumulasi uap air dari Samudra Hindia dan Laut Jawa.
“Kondisi atmosfer Indonesia saat ini juga lebih hangat dari biasanya, sehingga uap air melimpah. Hal ini menunjukkan peran perubahan iklim dalam meningkatkan intensitas hujan ekstrem,” tambah Siswanto.
Baca Juga: Daftar Lengkap Menteri Kabinet Prabowo–Gibran 2024–2029 Usai Reshuffle Kedua
Denpasar dan Kuta Terendam
Banjir merendam lima kota di Bali, termasuk Denpasar dan kawasan wisata Kuta.
Jalan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai sempat lumpuh akibat genangan tinggi.
Video dari Basarnas Denpasar memperlihatkan tim penyelamat menggunakan perahu karet mengevakuasi warga di jalanan yang tergenang hingga sedada.
Baca Juga: Kebijakan Ekonomi Prabowo: Tiga Pilar Ini Akan Jadi Penopang Indonesia Maju
Sekitar 200 personel dikerahkan untuk membantu korban banjir.
Sejumlah warga mengaku belum pernah mengalami hujan dengan intensitas sedemikian rupa.
“Seumur hidup tinggal di Bali, baru kali ini saya lihat hujan separah ini. Rumah saya terendam, kami terisolasi sejak pagi,” kata Ni Made Anggraeni, warga Denpasar.
Baca Juga: Jawaban Mengejutkan Prabowo soal Tuntutan 17+8 Demonstran
Hal serupa disampaikan Ardiansyah, saksi runtuhnya bangunan di Denpasar.
“Saya khawatir, semoga tidak ada hujan seberat ini lagi. Pemerintah harus cepat tangani karena ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Balai Besar MKG Wilayah III mengeluarkan peringatan dini bahwa dalam tiga hari ke depan hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Cara Hadapi Tantangan Bangsa: Tanpa Kekerasan, Tanpa Hasutan
BMKG meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca terkini melalui kanal resmi.
Sementara itu, bencana banjir juga dilaporkan melanda Nagakeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan korban jiwa sedikitnya empat orang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





