RaebesiNews.com – Usai melaksanakan demo dan diskusi bersama Pemkab Kabupaten Malaka (18/03/2025) Ketua PMKRI Malaka (Yanto Opat) secara diam – diam mengirim pesan pribadi ke WhatsApp Wakil Bupati Malaka.
Adapun isi pesan itu meminta bantuan dana (uang) untuk membeli tiket ke Jakarta.
Karena belum menerima gaji sebagai wakil bupati Malaka, Henri Melki Simu tidak bisa membantu persoalan keuangan dari Ketua PMKRI Malaka tersebut.
Kejadian ini pun heboh di media sosial bahkan berujung laporan polisi.
Terkait hal itu, senior PMKRI alumnus Jogyakarta Agustinus Nahak menegaskan bahwa PMKRI tidak pernah mendidik anggotanya untuk meminta uang apalagi kepada orang atau lembaga yang dikritisi.
“Tidak ada tradisi di PMKRI untuk meminta uang di orang yang kita kritisi dan apalagi Wakil Bupati yang merupakan penjabat publik,” tukas Agustinus Nahak kepada media RaebesiNews.com, Senin (31/03/2025).
“Kalau setelah demo dan minta uang itu adalah perbuatan oknum yang padanya melekat jabatan ketua,” tambah Agustinus Nahak.
Anggota DPRD Provinsi NTT ini juga menyampaikan bahwa sebagai organisasi kemahasiswaan yang mendidik kader gereja dan bangsa, tentu punya cara yang elegan dan beretika yaitu dengan proposal.
“Saya mengutuk keras cara cara demikian,” tegas Agustinus Nahak.
Sebagai senior sekaligus orang tua PMKRI, Agustinus Nahak memohon maaf atas perilaku yang tidak terpuji dari oknum ketua PMKRI Malaka tersebut.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





