Daerah  

Wabup Malaka Henri Melki Simu dan Letkol Arm Dr. Erlan Wijadmoko Serahkan Rumah Layak Huni untuk Maria Bano

Reporter : Frido Umrisu RaebesiEditor: Redaksi
20260423 113001 scaled
Wabup Malaka Henri Melki Simu dan Letkol Arm Dr. Erlan Wijadmoko Serahkan Rumah Layak Huni untuk Maria Bano

RaebesiNews.com – Hujan turun deras membasahi Dusun Haliboho, Desa Weoe, Kecamatan Wewiku. Namun, cuaca tak mampu meredam kehangatan yang mengalir di halaman sebuah rumah baru yang berdiri kokoh, rumah yang kini menjadi simbol harapan bagi seorang janda tua, Maria Bano.

Di hari yang penuh haru itu, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), bersama Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yon Armed-12, Erlan Wijadmoko, secara resmi menyerahkan kunci rumah layak huni kepada Maria Bano. Sebuah momen sederhana, namun sarat makna kemanusiaan.

Rumah yang dulunya reyot dan nyaris roboh kini hanya tinggal kenangan. Di tempat yang sama, berdiri bangunan permanen yang memberikan rasa aman dan martabat bagi penghuninya. Pembangunan rumah ini merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malaka dan Satgas Pamtas RI-RDTL Yon Armed-12, sebuah kerja bersama yang lahir dari kepedulian.

Inisiatif ini berangkat dari gagasan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran – Henri Melki Simu (SBS–HMS), yang terus mendorong program kemanusiaan menyentuh langsung masyarakat kecil. HMS sendiri turun langsung mengawal proses pembangunan, bekerja bersama Camat Wewiku, Kepala Desa Weoe, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Satpol PP, serta personel Satgas Pamtas.

Dalam sambutannya, Erland Wijadmoko menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah, khususnya Wakil Bupati HMS, terhadap warga yang membutuhkan.

“Ini adalah wujud nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok. Kepedulian seperti ini harus terus dijaga dan ditumbuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, HMS mengisahkan bahwa niat membantu Maria Bano lahir dari keprihatinan sederhana, melihat langsung kondisi rumah yang tidak layak dihuni. Namun, niat baik itu kemudian bertumbuh menjadi gerakan bersama.

“Kalau kita punya hati yang baik dan tulus, maka Tuhan akan kirimkan banyak tangan-tangan baik untuk membantu,” ungkap HMS, disambut anggukan haru dari warga yang hadir.

Meski diguyur hujan lebat, prosesi penyerahan kunci berlangsung lancar. Tidak ada keluhan, tidak ada yang beranjak. Semua seolah ingin menjadi saksi dari sebuah peristiwa kecil yang menyimpan arti besar.

Maria Bano tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Di wajah renta itu, terpancar rasa syukur yang dalam, bukan hanya karena memiliki rumah baru, tetapi karena ia merasa tidak lagi sendiri.

Di sudut Desa Weoe, di tengah guyuran hujan, sebuah kisah kemanusiaan ditulis dengan sederhana: tentang kepedulian, gotong royong, dan harapan yang akhirnya menemukan tempatnya untuk berteduh.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *