RAEBESINEWS.COM – Para petani Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malaka atas pelaksanaan program balik lahan kering gratis menggunakan traktor.
Program Bupati dan Wakil Bupati Malaka dengan tagline SBS-HMS ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengolah lahan pertanian yang sebelumnya terbengkalai karena keterbatasan biaya.
Salah seorang petani, Paulus Klau, warga Dusun Sukabilaran A, mengaku lega dengan adanya bantuan tersebut.
Baca Juga: Prestasi! PSHT Malaka Sumbang 2 Medali di POPDA NTT VII
“ Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, dan Bapak Wakil Bupati Henri Melki Simu, karena sudah membantu kami mengolah lahan secara gratis. Program ini sangat meringankan beban kami,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Hal senada disampaikan Yeremias, petani lainnya. Ia menilai kebijakan ini menjadi jawaban atas kesulitan petani yang selama ini hanya mengandalkan tenaga manual.
“Dengan adanya traktor gratis, lahan yang sebelumnya terbengkalai kini bisa kembali digarap,” katanya.
Baca Juga: Ahli Hukum Kritik RUU Perampasan Aset, Sebut Sarat Kesesatan Berpikir
Sekretaris Desa Fafoe, Fransiskus Bria, mengungkapkan hingga saat ini sekitar 40 hektar lahan masyarakat telah masuk dalam program balik lahan gratis. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 hektar sudah selesai diolah.
“Traktor masih berada di lokasi untuk melanjutkan pekerjaan. Kepala dusun juga telah diminta segera berkoordinasi dengan warga agar semua lahan bisa terakomodasi,” jelasnya.
Bagi masyarakat Desa Fafoe, program ini tidak hanya sebatas bantuan teknis, tetapi juga bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap petani.
Baca Juga: Malaka Raih Juara Umum III POPDA VII NTT 2025 Cabang Shorinji Kempo
Dukungan tersebut diyakini mampu memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Malaka.
Pemkab Malaka melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menegaskan, program balik lahan gratis dengan traktor merupakan langkah strategis untuk memberdayakan petani sekaligus mengoptimalkan lahan kering yang sebelumnya kurang produktif.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









