Daerah  

Saat Ini, 803 Hektare Lahan Kering Berhasil Diolah, 29 Traktor Pemkab Malaka Kerja Tanpa Henti

Screenshot 2025 09 30 10 01 57 71 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12 1243643352

RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan laporan harian tertanggal Senin, 29 September 2025, tercatat sudah 803,94 hektare lahan kering berhasil diolah menggunakan traktor besar (TR4) yang disebar di 12 kecamatan.

Program pengolahan lahan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi gerakan nyata mempercepat musim tanam sekaligus meringankan beban petani.

Total 29 unit traktor bekerja aktif di lapangan, sebagian di antaranya bahkan berpindah lokasi untuk mengejar target kecamatan yang luas lahannya lebih besar.

Kecamatan Terbesar dan Paling Cepat

Dari seluruh wilayah, Kecamatan Wewiku mencatat pengolahan lahan tertinggi dengan 115,22 hektare. Disusul Kecamatan Malaka Barat dengan 169,23 hektare, serta Kecamatan Weliman dengan 141,83 hektare.

Beberapa kecamatan lain yang progresnya juga menonjol antara lain:

Kecamatan Total Lahan Terolah (Ha)

Rinhat 17,19
Malaka Tengah 104,19
Kobalima 68,67
Kobalima Timur 24,27 (Target selesai)
Malaka Timur 28,16
Sasita Mean 34,67
Laenmanen 52,12
Botin Leobele 27,71
Keku 20,64

Bukti Pemerintah Hadir untuk Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka melalui sekretaris, Daniel Frans Fahik, S.TP, dalam laporan resminya memastikan bahwa seluruh traktor dalam kondisi operasional.

Beberapa kecamatan mendapat alokasi lebih dari satu unit untuk mengejar kecepatan produksi.

Upaya ini juga menjadi bukti bahwa petani Malaka tidak lagi bergerak sendiri, melainkan didukung penuh oleh pemerintah melalui mekanisasi pertanian modern.

Menuju Musim Tanam Serentak

Dengan luas lahan yang sudah digarap mendekati 1.000 hektare, Malaka kini sedang bersiap menuju musim tanam serentak. Jika proses ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin Malaka akan menjadi salah satu daerah dengan masa tanam tercepat di Nusa Tenggara Timur.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), mulai melaksanakan program pro rakyat dan memenuhi janji kampanye pada Pilkada Malaka 2024 kemarin.

Kerja traktor boleh berat, tapi harapan petani jauh lebih kuat.

Malaka bergerak. Traktornya menderu, sawahnya terbuka, panennya sudah menunggu.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *