RaebesiNews.com – Sebanyak 20 pasangan petani di Desa Lakekun Barat mengikuti pelatihan literasi keuangan inklusif gender yang digelar di Kantor Desa Lakekun Barat, pada 9–11 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan inisiatif LSM Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerja sama dengan CU Kasih Sejahtera dan CU Manasye untuk memperkuat kapasitas ekonomi keluarga petani sekaligus mendorong kesetaraan peran suami–istri dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
Pelatihan ini menghadirkan materi seputar perencanaan keuangan, pengelolaan hasil pertanian, penguatan ekonomi melalui lembaga keuangan mikro, serta pentingnya keterlibatan setara antara laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan keuangan. Pendekatan inklusif gender dianggap penting agar setiap pasangan dapat membangun fondasi ekonomi yang kuat tanpa dominasi salah satu pihak.
Fasilitator WVI menegaskan bahwa keluarga petani harus menjadi “tim keuangan” yang solid agar mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran secara disiplin.
“Keputusan keuangan keluarga harus dibangun bersama. Ketika suami dan istri memahami perannya secara setara, maka kesejahteraan keluarga lebih mudah dicapai,” ungkap salah satu fasilitator.
Kepala Desa Lakekun Barat juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi keluarga petani, apalagi dalam situasi ekonomi yang menuntut masyarakat mampu mengatur pendapatan secara bijaksana dan memanfaatkan layanan keuangan mikro dengan tepat.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik penyusunan rencana keuangan keluarga. Setiap pasangan berdiskusi mengenai tujuan ekonomi jangka pendek dan jangka panjang, seperti alokasi hasil panen, tabungan pendidikan anak, investasi produktif, serta strategi menghindari utang konsumtif.
Kolaborasi WVI, CU Kasih Sejahtera, dan CU Manasye diharapkan menjadi langkah nyata untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga petani di Lakekun Barat. Dengan meningkatnya literasi keuangan dan kesetaraan peran dalam rumah tangga, keluarga petani dinilai lebih siap menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang pembangunan yang ada di Kabupaten Malaka.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









