Bupati Malaka SBS: PS Malaka Bukan Hujan yang Turun dari Langit, tetapi Pohon yang Ditanam, Dirawat, Dipupuk dan Kini Mulai Berbuah

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
20260715 192537 1 scaled
Bupati SBS: PS Malaka Bukan Hujan yang Turun dari Langit, tetapi Pohon yang Ditanam, Dirawat, Dipupuk dan Kini Mulai Berbuah

RAEBESINEWS.COM – Dominasi PS Malaka pada ajang Piala Soeratin Cup Regional NTT 2026 menjadi bukti bahwa keberhasilan dalam dunia olahraga tidak lahir secara instan. Prestasi yang diraih dengan menyabet gelar juara pada kategori U-12, U-13, dan U-15 merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui pembinaan yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan.

Filosofi tersebut disampaikan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) saat menerima kedatangan tim PS Malaka U-13 dan U-15 beserta pelatih, ofisial, dan pendamping di kediamannya di Haitimuk, Rabu (15/7/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Di hadapan para pemain muda yang baru saja mengharumkan nama Kabupaten Malaka, SBS menyampaikan apresiasi sekaligus pesan yang sarat makna. Menurutnya, keberhasilan PS Malaka bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba, melainkan buah dari kerja keras yang telah dipersiapkan sejak lama.

Prestasi adalah Hasil dari Sebuah Proses

Dalam sambutannya, SBS menggunakan sebuah filosofi sederhana namun penuh makna. Ia mengibaratkan keberhasilan PS Malaka seperti sebuah pohon yang tumbuh melalui proses panjang hingga akhirnya menghasilkan buah.

“Juaranya PS Malaka itu bukan seperti hujan yang turun dari langit. PS Malaka itu pohon yang ditanam, dirawat, dipupuk, disiram, dan kini mulai berbuah,” ujar SBS.

Menurutnya, filosofi tersebut menggambarkan perjalanan pembinaan sepak bola di Kabupaten Malaka yang tidak dilakukan secara instan. Pemerintah daerah memilih membangun fondasi yang kuat melalui pembinaan usia dini, penyediaan kompetisi, serta dukungan terhadap sekolah-sekolah sepak bola agar bakat para pemain dapat berkembang secara maksimal.

Keberhasilan memborong seluruh gelar juara Piala Soeratin Cup Regional NTT tahun 2026 menjadi bukti bahwa investasi jangka panjang di bidang olahraga mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.

Generasi yang Lahir pada Waktu yang Tepat

SBS juga menyampaikan bahwa para pemain PS Malaka saat ini merupakan generasi yang sangat beruntung. Menurutnya, mereka tumbuh pada masa ketika pemerintah benar-benar memberikan perhatian besar terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola.

“Anak-anak PS Malaka yang juara ini sangat beruntung karena dilahirkan oleh ibu mereka di saat yang tepat dan tumbuh di umur 12, 13, dan 15 tahun, ada pemimpin yang urus kamu dengan sangat baik,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan bukan untuk meninggikan peran pemerintah semata, tetapi sebagai bentuk motivasi kepada para pemain agar mampu memanfaatkan kesempatan yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya.

Mengenang Masa Lalu yang Berbeda

Dalam kesempatan itu, SBS juga mengenang masa mudanya. Ia mengaku pernah menjadi pemain sepak bola, namun pada masa tersebut pembinaan olahraga belum mendapatkan perhatian seperti sekarang.

Akibatnya, banyak pemain berbakat yang tidak memiliki kesempatan berkembang karena minimnya dukungan, fasilitas, maupun kompetisi yang berjenjang.

“Kami dulu pemain bola kaki juga, tapi tidak ada yang urus kami. Tapi sekarang kalian diurus oleh pemerintah dan kalian sangat beruntung,” katanya.

Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa Pemerintah Kabupaten Malaka menjadikan sektor olahraga sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Pemerintah dan Atlet Sama-sama Beruntung

SBS menegaskan bahwa keberhasilan para pemain bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Malaka.

Ia mengatakan, pemerintah memang telah berupaya menyediakan ruang pembinaan, namun keberhasilan tidak mungkin tercapai tanpa semangat juang para pemain sendiri.

“Kami juga para pemimpin ini sangat beruntung karena kalian juga sudah mau berjuang untuk mengharumkan nama Malaka,” ujarnya.

Menurut SBS, hubungan antara pemerintah dan atlet harus berjalan beriringan. Pemerintah berkewajiban menyediakan pembinaan, fasilitas, dan kesempatan, sementara para atlet harus menjawab kepercayaan itu dengan kerja keras, disiplin, dan prestasi.

Bukti Nyata Pembinaan Usia Dini

Keberhasilan PS Malaka menjadi juara di tiga kelompok usia sekaligus menunjukkan bahwa sistem pembinaan yang dibangun mulai berjalan sesuai harapan.

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Malaka, tetapi juga menjadi pesan bahwa daerah mampu bersaing dengan kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur apabila pembinaan dilakukan secara serius dan berkesinambungan.

Dominasi pada Piala Soeratin Cup Regional NTT 2026 juga menjadi modal penting bagi para pemain untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi dan membawa nama baik Malaka pada kompetisi nasional.

Menanam Hari Ini untuk Masa Depan

Filosofi yang disampaikan SBS menggambarkan visi jangka panjang pembangunan olahraga di Kabupaten Malaka. Menanam pohon berarti memulai pembinaan sejak usia dini. Merawat, memupuk, dan menyiram berarti memberikan perhatian, fasilitas, latihan, kompetisi, serta pendampingan secara terus-menerus.

Kini, ketika pohon itu mulai berbuah melalui keberhasilan PS Malaka U-12, U-13, dan U-15 menjuarai Piala Soeratin Cup Regional NTT 2026, masyarakat Malaka mulai menikmati hasil dari proses yang telah dibangun selama ini.

Prestasi tersebut diharapkan tidak menjadi akhir dari perjalanan, melainkan awal lahirnya lebih banyak pesepak bola berbakat dari Kabupaten Malaka yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung