RaebesiNews.com – Gereja Paroki Santo Antonius Padua Sasi menjadi pusat perjumpaan iman dan kepemimpinan pada Rabu, 28 Januari 2026. Dalam suasana khidmat dan penuh doa, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), hadir mengikuti Misa Pentahbisan Imam Ordo Saudara Dina Konventual (OFMConv) yang melahirkan tiga imam baru bagi Gereja Katolik.
Perayaan Ekaristi dipimpin Uskup Keuskupan Atambua, Mgr Dominikus Saku. Dalam homilinya, Uskup menegaskan bahwa imamat adalah panggilan pelayanan, jalan pengabdian yang menuntut kerendahan hati, kesetiaan, dan keberpihakan kepada umat kecil.
Pada perayaan sakral tersebut, Gereja resmi menahbiskan tiga imam baru, yakni RP Mauritz Deki Nubatonis, OFMConv, RP Nikolaus Rufinus Nahampun, OFMConv, dan RP Joseph Agung Bathara Sembiring, OFMConv. Ketiganya kini diutus untuk melayani umat dengan semangat persaudaraan dan kesederhanaan ala Santo Fransiskus Assisi.
Kehadiran SBS dalam misa pentahbisan ini mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap kehidupan beriman masyarakat. Bagi SBS, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan.
Turut hadir dalam perayaan ini Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Komisaris Utama Bank NTT, para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta umat Katolik dari berbagai paroki. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan kuatnya sinergi antara Gereja dan negara dalam membangun masyarakat perbatasan yang berkarakter.
Ritus pentahbisan berlangsung penuh kekhusyukan. Saat Litani Para Kudus dilantunkan, ketiga calon imam merebahkan diri di lantai gereja sebagai simbol penyerahan total kepada Allah dan Gereja. Momen ini menjadi salah satu bagian paling menyentuh, disaksikan dengan haru oleh umat dan keluarga.
Usai perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan resepsi sederhana dalam suasana kekeluargaan. SBS tampak menyapa umat dan para tamu undangan, menyatu dalam kebersamaan yang hangat.
Pentahbisan tiga imam baru ini menjadi kabar sukacita bagi Gereja Katolik di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur.
Di tengah tantangan zaman, kehadiran imam-imam baru diharapkan mampu memperkuat pelayanan pastoral, meneguhkan iman umat, serta menjadi gembala yang hadir dan bekerja bersama masyarakat.
Paroki Sasi hari itu bukan hanya menyaksikan sebuah ritus gerejawi, tetapi juga sebuah peneguhan: bahwa iman tetap tumbuh, pelayanan terus berlanjut, dan harapan selalu menemukan jalannya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











