Uskup Atambua Puji Komitmen SBS Bangun Sepak Bola Malaka, Laga di Lalian Jadi Ajang Cari Bibit Unggul”.

IMG 20260613 WA0438 scaled 1 scaled
banner 468x60

Lalian, 13 Juni 2026 –

Sore yang cerah di Lapangan Seminari Immaculata Lalian menghadirkan suasana yang berbeda. Riuh sorak para pemain muda, tepuk tangan penonton, dan semangat persahabatan menyatu dalam pertandingan uji tanding antara PS Malaka U15 dan U17 melawan tim Seminari Immaculata Lalian.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
banner 336x280

IMG 20260613 WA0442 scaled

Di antara para penonton yang memenuhi sisi lapangan, tampak dua sosok penting yang turut menyaksikan jalannya pertandingan hingga usai, yakni Bupati Malaka Stefanus Bria Seran dan Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Kehadiran keduanya bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan memberikan dukungan moral terhadap pembinaan karakter dan prestasi generasi muda Malaka.

IMG 20260613 WA0432 scaled

Pertandingan berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan. Para pemain dari kedua tim menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kerja sama yang baik. Meskipun berstatus laga persahabatan, setiap pemain tampil maksimal, memperlihatkan kemampuan terbaiknya dalam mengolah si kulit bundar.

Usai pertandingan, Uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku memberikan apresiasi terhadap semangat para pemain muda yang bertanding.

IMG 20260613 WA0430 scaled

“Hari ini saya bersama Bupati Malaka berada di Lapangan Seminari Lalian untuk menyaksikan pertandingan putra-putra Kabupaten Malaka dan Seminari Lalian pada kategori U15 dan U17. Anak-anak remaja ini bermain dengan baik dan menunjukkan semangat perjuangan, kerja sama tim, serta kemampuan bertahan yang patut diapresiasi,” ujar Uskup Dominikus.

Menurutnya, olahraga sepak bola tidak hanya berbicara soal kemenangan atau kekalahan, tetapi menjadi sarana penting untuk membentuk karakter generasi muda.

IMG 20260613 WA04261 scaled

“Olahraga seperti ini sangat penting untuk melatih sportivitas, kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama. Melalui sepak bola, anak-anak belajar hidup bersama, menghargai sesama, dan bekerja untuk mencapai tujuan yang sama,” katanya.

Sebagai pemimpin Gereja Katolik di Keuskupan Atambua, Uskup Dominikus melihat pertandingan tersebut sebagai wadah strategis untuk menemukan talenta-talenta muda yang kelak dapat mengharumkan nama Malaka di tingkat yang lebih tinggi.

IMG 20260613 WA0424 scaled

“Saya melihat pertandingan ini bukan hanya persahabatan, tetapi juga menjadi ajang untuk menemukan bibit-bibit pemain muda yang berkualitas untuk membawa nama daerah ini ke depan,” tambahnya.

Kepada generasi muda Malaka, Uskup Dominikus berpesan agar terus mengembangkan kemampuan dan karakter positif melalui olahraga.

“Pertama, melatih ketahanan fisik, kelincahan, keuletan, dan kerja sama sangat penting. Dalam kerja sama itulah tujuan bersama bisa dicapai, termasuk mencetak gol. Kedua, kemampuan menguasai dan menjinakkan bola perlu terus ditingkatkan. Saya melihat kedua tim masih perlu meningkatkan aspek kelincahan dan teknik bermain,” pesannya.

Uskup Dominikus juga menyampaikan ucapan selamat kepada PS Malaka U15 dan U17 yang berhasil memenangkan pertandingan persahabatan tersebut.

“Proficiat kepada PS Malaka U15 dan U17 atas kemenangan ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Malaka yang terus berjuang membangun sepak bola daerah dan berkenan hadir di Seminari Lalian untuk mendukung kegiatan ini.”, ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pater Preses Seminari Lalian, para guru, dan seluruh siswa yang telah membuka ruang persaudaraan melalui olahraga.

Sementara itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menegaskan bahwa pembinaan sepak bola usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Menurut Bupati yang akrab disapa SBS itu, pembangunan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai dari pembinaan anak-anak sejak usia muda melalui latihan yang terstruktur, kompetisi yang berkelanjutan, dan pendampingan yang serius.

“Hari ini kita melihat sendiri bahwa Malaka memiliki banyak anak muda berbakat. Tugas pemerintah adalah menyediakan ruang, fasilitas, pelatih, dan kesempatan agar bakat-bakat ini berkembang menjadi prestasi. Karena itu, sepak bola menjadi salah satu program prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Malaka,” tegas SBS.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka periode 2025–2030 bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu menempatkan olahraga prestasi sebagai salah satu sektor strategis pembangunan daerah.

“Sepak bola bukan sekadar olahraga. Sepak bola adalah sarana pendidikan karakter, disiplin, kerja keras, kepemimpinan, dan persatuan. Melalui sepak bola kita sedang mempersiapkan generasi masa depan Malaka yang sehat, tangguh, dan berprestasi,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi Seminari Immaculata Lalian yang telah menjadi mitra dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga.

“Kami berterima kasih kepada Seminari Lalian yang membuka ruang kolaborasi ini. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Bagi SBS, pertandingan persahabatan seperti ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil akhir pertandingan. Di lapangan, para pemain belajar menghargai lawan, menerima kemenangan dengan rendah hati, dan menghadapi kekalahan dengan lapang dada.

Saat peluit panjang dibunyikan, kemenangan memang menjadi milik salah satu tim. Namun yang lebih penting, hari itu Malaka kembali menyaksikan lahirnya harapan-harapan baru dari kaki-kaki muda yang berlari mengejar mimpi.

Di Lapangan Seminari Lalian, sepak bola telah menjadi bahasa persaudaraan. Sebuah ruang tempat pemerintah, gereja, sekolah, dan masyarakat bertemu dalam satu tujuan yang sama: membangun generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap mengharumkan nama daerah di masa depan.

Editor : Boni Atolan

banner 336x280

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung