RSUPP Betun Siapkan TPS Lebih Besar, Limbah Medis Puskesmas Malaka Bakal Terpusat

IMG 20260823 WA0299
banner 468x60

BETUN – 31 Maret 2026

Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun terus memperkuat sistem pengelolaan limbah medis.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
banner 336x280

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah perluasan gedung Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk mengantisipasi peningkatan volume limbah sekaligus menciptakan sistem pengelolaan yang lebih tertata.

Rencana tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal rumah sakit.

Ke depan, TPS RSUPP Betun juga diproyeksikan menjadi tempat penampungan limbah medis dari sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas di Kabupaten Malaka.

Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, melalui Kepala Ruangan Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), Yoseph Kun Seran, menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan dan pengangkutan limbah medis RSUPP Betun dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

“Untuk pembuangan sampah medis, kita bekerja sama dengan pihak ketiga. Pengangkutan dilakukan setelah volume sampah mencapai 2 ton,” ujar Yoseph.

Untuk memastikan volume limbah tetap terpantau, sampah medis yang dihasilkan rumah sakit ditimbang setiap hari. Sistem tersebut memungkinkan petugas mengetahui perkembangan volume limbah sekaligus menentukan waktu pengangkutan.

“Teknisnya, sampah medis ini setiap hari ditimbang. Kalau sudah mendekati 2 ton, kita konfirmasi ke pihak ketiga untuk datang mengangkut,” jelasnya.

Menurut Yoseph, jadwal pengangkutan tidak selalu sama karena menyesuaikan jumlah limbah yang terkumpul. Dalam kondisi normal, pengangkutan dapat dilakukan dalam rentang satu hingga tiga bulan.

“Biasanya setiap satu sampai tiga bulan dilakukan pengangkutan untuk meminimalisir penumpukan. Jadi kalau sudah sampai 2 ton, harus segera diangkut,” tegasnya.

Produksi Limbah Capai 50 Kilogram Per Hari

Yoseph menyebutkan, produksi limbah medis di RSUPP Betun rata-rata mencapai sekitar 50 kilogram per hari.
Jika tidak dikelola dengan sistem yang baik, volume tersebut berpotensi menimbulkan persoalan, terutama ketika kapasitas tempat penampungan tidak lagi mencukupi.

Karena itu, manajemen RSUPP Betun mulai menyiapkan langkah antisipasi melalui peningkatan kapasitas TPS.

“Ke depan, kita akan melakukan peningkatan dan perluasan gedung TPS. Saat ini masih dalam proses dan mudah-mudahan segera dikerjakan,” ungkap Yoseph.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari rencana membangun sistem pengelolaan limbah medis yang lebih terintegrasi di Kabupaten Malaka.

Limbah Medis Puskesmas Akan Dipusatkan

Jika rencana tersebut terealisasi, limbah medis dari Puskesmas di Kabupaten Malaka nantinya dapat dikirim ke TPS RSUPP Betun sebelum diangkut oleh pihak ketiga.

“Nantinya sampah medis dari Puskesmas akan dikirim ke sini, lalu diangkut sekaligus oleh pihak ketiga. Karena kalau di Puskesmas, butuh waktu lama untuk mencapai 2 ton,” kata Yoseph.

Pola tersebut diharapkan dapat membuat proses pengelolaan limbah medis menjadi lebih efisien.

Puskesmas tidak harus menunggu terlalu lama hingga mencapai volume tertentu untuk mendapatkan layanan pengangkutan, sementara pengelolaan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.

Bagi RSUPP Betun, pengelolaan limbah medis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan rumah sakit.

Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya ditentukan oleh tenaga medis, fasilitas dan tindakan kepada pasien, tetapi juga bagaimana limbah hasil pelayanan dikelola secara aman.

Dengan rencana perluasan TPS, RSUPP Betun berharap sistem pengelolaan limbah medis di Kabupaten Malaka semakin tertata, terintegrasi dan efektif.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen manajemen RSUPP Betun di bawah kepemimpinan dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, untuk terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana rumah sakit.

Limbah medis yang dikelola dengan baik bukan hanya soal kebersihan rumah sakit, tetapi juga bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan di kawasan perbatasan.

Editor ,: Boni Atolan

banner 336x280

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung