RaebesiNews.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu. Dalam agenda kerja di Jakarta, HMS bersama rombongan mendatangi kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat guna menyampaikan langsung berbagai persoalan kebencanaan yang dihadapi Kabupaten Malaka.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Malaka diterima oleh Arif Hidayat, pejabat BNPB yang membidangi rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan pascabencana.
Dalam pertemuan tersebut, HMS memaparkan kondisi Kabupaten Malaka yang selama ini menjadi salah satu daerah rawan bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur. Berbagai persoalan seperti banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem menjadi perhatian yang disampaikan kepada pemerintah pusat.
Menurut HMS, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan masyarakat yang terdampak bisa kembali menjalani kehidupan secara normal.
Salah satu persoalan yang menjadi fokus utama dalam pertemuan itu adalah musibah longsor yang terjadi di Desa Alas, Desa Kereana dan Desa Babotin. Bencana tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera.
“Korban longsor di Desa Alas, Kereana dan Babotin, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Data kerusakan yang sudah kami himpun langsung kami bawa ke BNPB agar dapat segera ditindaklanjuti,” ungkap HMS.
Berdasarkan data yang disampaikan kepada BNPB, sekitar 50 unit rumah warga di 3 desa tersebut mengalami kerusakan berat akibat bencana longsor. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga terdampak membutuhkan bantuan pemerintah untuk membangun kembali tempat tinggal mereka.
HMS berharap usulan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga terdampak dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat sehingga masyarakat tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian pascabencana.
Upaya jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malaka ini mendapat respons positif dari BNPB. Dalam pertemuan tersebut, pihak BNPB menyatakan akan memberikan perhatian serius terhadap usulan yang disampaikan dan berjanji memprioritaskan penanganan bagi korban longsor di 3 desa tersebut.
Komitmen BNPB tersebut menjadi harapan baru bagi puluhan keluarga terdampak yang hingga kini masih menantikan bantuan untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat longsor.

Langkah HMS membawa langsung aspirasi masyarakat ke tingkat pusat menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Malaka dalam memperjuangkan kepentingan warga. Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, sinergi dengan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci penting untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Dengan adanya dukungan dari BNPB, masyarakat Desa Alas, Kereana dan Babotim, kini berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera terealisasi sehingga kehidupan mereka dapat kembali pulih dan berjalan normal.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












