Masuknya Alfamart di Malaka Matikan UMKM Masyarakat 

IMG 20230308 WA0021 768x346 1

RaebesiNews.com – UMKM adalah usaha produktif yang d0imiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro.

Sedangkan Alfamart adalah minimarket yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk, sebagai pemegang merek Alfamart. Alfamart menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dan konsep Community Store.

Pada tahun 2023 lalu minimarket Alfamart ini masuk di Kabupaten Malaka. Setidaknya ada 5 minimarket Alfamart yang sedang beroperasi di Kabupaten Malaka. Alfamart ini tersebar di beberapa titik ramai di Kabupaten Malaka.

Diresmikan 8 Maret 2023 lalu, Alfamart yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dan Sembako ini diserbu ribuan pembeli. Animo masyarakat pembeli sangat tinggi untuk berbelanja di Alfamart karena beberapa alasan.

Keadaan seperti ini masih berlangsung hingga saat ini. Secara ekonomi, hal ini merugikan para pelaku UMKM di Malaka. Bagaimana tidak, trend berbelanja di Alfamart sudah menjadi gaya hidup.

Masuknya Alfamart di Kabupaten Malaka ini menuai banyak kritikan dari para pelaku UMKM.

Salah satunya, Frengki Bere, pelaku UMKM asal Desa Wederok.

“Contoh kecilnya orang hanya mau beli rokok saja dia harus ke Alfamart. Padahal di kios banyak rokok. Ini berbahaya sekali bagi kami pelaku UMKM di kampung,” ungkap Frengki Bere, salah satu pelaku UMKM asal Desa Wederok, Kabupaten Malaka.

Menurut Frengki Bere, keadaan seperti ini harus diperhatikan pemerintah.

“Pemimpin itu harus bangun kebijakan ekonomi yang pro rakyat misalnya ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya lokal. Berdayakan lahan petani agar menjadi sumber pendapatan masyarakat, hasil panen selain untuk konsumsi bisa masuk pasar,” ungkap Frengki Bere.

Lanjut Frengki, dampak dari pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah tumbuhnya ekonomi dan pendapatan masyarakat.

“Bangun Alfamart atau pusat belanja retail itu akan tumbuh dengan sendiri ketika ekonomi pendapatan masyakat tinggi, sehingga berpengaruh juga kepada daya beli masyarakat lokal tinggi,” kata Frengki.

Menurut Frengki, pemerintah harusnya berpihak juga kepada pelaku UMKM yang sedang berkembang di Malaka.

“Alfamart ini juga harus dipikir plus minus. Hal ini karena pemimpin harus berpihak juga kepada pelaku UMKM yang mau merangkak maju. Bisa tidak UMKM bersaing dengan pemodal besar seperti Alfamart ini,” ujar Frengki.

“Jangan sampai dengan hadirnya pasar modern itu kemudian menggilas pelaku usaha kecil dan akhirnya pelaku usaha kecil gulung tikar,” tutup Frengki. ***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *