RAEBESINEWS.COM – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pria lanjut usia kembali mencuat di Kabupaten Malaka.
Korban diketahui bernama Arnoldus Klau Nurak (72), warga Dusun Besuri, Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, yang diduga dianiaya sekelompok pemuda saat menghadiri rumah duka di Desa Fafoe Loro Sae, Selasa (19/8/2025) dini hari.
Peristiwa ini langsung dilaporkan keluarga korban ke Polsek Malaka Barat sekitar pukul 01.00 WITA. Meski demikian, pihak keluarga sempat mempertanyakan tindak lanjut penanganan laporan tersebut.
Baca Juga: Kontingen Kempo Malaka Dilepas ke Kejurda se-NTT dan FSK RDTL Piala Bupati Belu II
Respons Kapolsek Malaka Barat
Kapolsek Malaka Barat, Iptu Yosafat Here, SH, menegaskan kasus ini sudah mulai diproses penyidik. Ia menyebutkan, keterangan awal korban telah diambil sehari setelah kejadian.
“Korban sudah diambil keterangannya. Hari ini kami rencanakan untuk mengirim undangan klarifikasi kepada terlapor maupun saksi-saksi. Mohon masyarakat bersabar karena semua harus melalui proses,” jelas Kapolsek Yosafat Here melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/8/2025).
Kapolsek juga memastikan komitmen kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. Ia mengajak masyarakat mendukung penyelidikan agar peristiwa tersebut segera terang benderang.
Baca Juga: Pemkab Malaka Gerak Cepat Perbaiki Jalan Ambruk di Wemeda, Akses ke Belu Aman Terkendali
“Polsek Malaka Barat siap menuntaskan laporan korban. Kami minta kerja sama masyarakat untuk membantu proses ini,” tegasnya.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat korban tiba di depan rumah duka sekitar pukul 00.00 WITA. Beberapa pemuda yang berjaga di jalan menanyakan asal korban.
Saat Arnoldus menjawab berasal dari Lasaen Beikolo, ia justru dipukul dan dikeroyok. Korban bahkan dikejar hingga ke wilayah Sukabilaran sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.
Baca Juga: Prabowo Tak Mau Rakyat Terbebani, Tito Karnavian Ingatkan Daerah Soal PBB
Usai kejadian, korban bersama keluarga melapor ke Polsek Besikama, kemudian dibawa ke Puskesmas Besikama untuk menjalani visum, didampingi dua anggota kepolisian.
Tuntutan Keluarga
Keluarga korban menegaskan mereka tidak menerima perlakuan kekerasan tersebut.
“Kami merasa tidak terima dengan penganiayaan terhadap om kami. Kami minta polisi usut tuntas dan segera menangkap para pelaku,” ungkap salah satu anggota keluarga.
Baca Juga: Pemerintahan SBS-HMS Sukses Meriahkan HUT ke-80 RI di Malaka, Beda Jauh Saat Pemerintahan Sebelumnya
Hingga saat ini, Polsek Malaka Barat masih mempersiapkan pemanggilan terhadap para terlapor dan saksi. Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur hingga tuntas.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





