Kasus Pengeroyokan Lansia di Malaka Barat, Polisi Mulai Panggil Saksi dan Terlapor

Screenshot 20250820 154010 Google 1124073804

RAEBESINEWS.COM – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pria lanjut usia kembali mencuat di Kabupaten Malaka.

Korban diketahui bernama Arnoldus Klau Nurak (72), warga Dusun Besuri, Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, yang diduga dianiaya sekelompok pemuda saat menghadiri rumah duka di Desa Fafoe Loro Sae, Selasa (19/8/2025) dini hari.

Peristiwa ini langsung dilaporkan keluarga korban ke Polsek Malaka Barat sekitar pukul 01.00 WITA. Meski demikian, pihak keluarga sempat mempertanyakan tindak lanjut penanganan laporan tersebut.

Baca Juga: Kontingen Kempo Malaka Dilepas ke Kejurda se-NTT dan FSK RDTL Piala Bupati Belu II

Respons Kapolsek Malaka Barat

Kapolsek Malaka Barat, Iptu Yosafat Here, SH, menegaskan kasus ini sudah mulai diproses penyidik. Ia menyebutkan, keterangan awal korban telah diambil sehari setelah kejadian.

“Korban sudah diambil keterangannya. Hari ini kami rencanakan untuk mengirim undangan klarifikasi kepada terlapor maupun saksi-saksi. Mohon masyarakat bersabar karena semua harus melalui proses,” jelas Kapolsek Yosafat Here melalui pesan WhatsApp, Rabu (20/8/2025).

Kapolsek juga memastikan komitmen kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. Ia mengajak masyarakat mendukung penyelidikan agar peristiwa tersebut segera terang benderang.

Baca Juga: Pemkab Malaka Gerak Cepat Perbaiki Jalan Ambruk di Wemeda, Akses ke Belu Aman Terkendali

“Polsek Malaka Barat siap menuntaskan laporan korban. Kami minta kerja sama masyarakat untuk membantu proses ini,” tegasnya.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat korban tiba di depan rumah duka sekitar pukul 00.00 WITA. Beberapa pemuda yang berjaga di jalan menanyakan asal korban.

Saat Arnoldus menjawab berasal dari Lasaen Beikolo, ia justru dipukul dan dikeroyok. Korban bahkan dikejar hingga ke wilayah Sukabilaran sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga: Prabowo Tak Mau Rakyat Terbebani, Tito Karnavian Ingatkan Daerah Soal PBB

Usai kejadian, korban bersama keluarga melapor ke Polsek Besikama, kemudian dibawa ke Puskesmas Besikama untuk menjalani visum, didampingi dua anggota kepolisian.

Tuntutan Keluarga

Keluarga korban menegaskan mereka tidak menerima perlakuan kekerasan tersebut.

“Kami merasa tidak terima dengan penganiayaan terhadap om kami. Kami minta polisi usut tuntas dan segera menangkap para pelaku,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Baca Juga: Pemerintahan SBS-HMS Sukses Meriahkan HUT ke-80 RI di Malaka, Beda Jauh Saat Pemerintahan Sebelumnya

Hingga saat ini, Polsek Malaka Barat masih mempersiapkan pemanggilan terhadap para terlapor dan saksi. Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur hingga tuntas.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *