RAEBESINEWS.COM – Bagi masyarakat di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain, tanggul bukan sekadar bangunan penahan air. Di balik setiap meter tanggul yang dibangun, ada harapan tentang keselamatan keluarga, perlindungan lahan pertanian, dan kehidupan yang lebih tenang saat musim hujan tiba.
Harapan itulah yang kembali disuarakan masyarakat ketika Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Fernando Jose Lemos Osorio Soares, turun langsung menemui warga di tanggul Oanmane, Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Sabtu (10/10/2026).
Kehadiran Fernando menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai kelanjutan pembangunan tanggul Benenain, terutama usulan pembangunan sekitar empat kilometer tambahan guna memperluas perlindungan bagi wilayah yang masih menghadapi ancaman banjir.
Di hadapan masyarakat dan para pemangku kepentingan, Fernando menegaskan bahwa persoalan DAS Benenain membutuhkan keseriusan, koordinasi, dan kerja bersama lintas pemerintahan. Sebab, ancaman banjir tidak hanya berkaitan dengan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan kehidupan ekonomi masyarakat.
Tidak Sekadar Tanggul, Ada Keselamatan Warga di Sana
Fernando menggambarkan beratnya kecemasan yang dialami masyarakat ketika hujan deras mengguyur dan debit Sungai Benenain meningkat. Bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir, musim hujan kerap menghadirkan kekhawatiran akan rumah, kebun, serta akses transportasi yang sewaktu-waktu dapat terganggu.
“Setiap kali banjir, masyarakat ini tidur dalam suasana penuh ketakutan dan kekhawatiran. Kalau sungai ini meluap, kita tidak bisa bikin apa-apa. Masuk tidak bisa, keluar juga tidak bisa, terjebak dengan meluapnya banjir,” ungkap Fernando.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan DAS Benenain tidak boleh dipandang semata-mata sebagai proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, dibutuhkan langkah berkelanjutan untuk mengurangi risiko bencana dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Karena itu, aspirasi pembangunan tambahan sekitar empat kilometer tanggul diharapkan dapat masuk dalam pembahasan dan perencanaan lebih lanjut oleh instansi yang berwenang.
Fernando Dorong Sinergi Pemda dan Pemerintah Pusat
Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, Fernando menyadari bahwa penyelesaian persoalan tanggul Benenain membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Malaka, Pemerintah Provinsi NTT, DPRD Provinsi NTT, serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai kewenangan masing-masing.
Dalam pertemuan tersebut, Fernando juga menceritakan komunikasi melalui panggilan video secara spontan dengan kepala balai yang baru serta Novita Wijayanti, anggota DPR RI dari Partai Gerindra yang aktif dalam bidang infrastruktur.
Ia memandang komunikasi itu sebagai peluang untuk memperkuat koordinasi dan membuka ruang dukungan bagi penanganan DAS Benenain.
“Ini betul-betul jalan Tuhan. Tidak ada kami rencana, tidak ada apa-apa, tiba-tiba beliau video call,” ujarnya.
Fernando menegaskan bahwa perjuangan pembangunan tanggul tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Dibutuhkan komitmen bersama, perencanaan teknis yang matang, dan dukungan anggaran agar kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti.
“Kita butuh kerja keras semua pihak, mulai dari pemerintah Kabupaten Malaka, kami di DPRD Provinsi bersama Bapak Gubernur, dan juga teman-teman dari Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II,” tegasnya.
Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar aspirasi yang telah disampaikan dapat terus dikawal hingga membuahkan hasil.
Sudah 1.000 Meter Dibangun, Warga Berharap Dilanjutkan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Oanmane menyampaikan apresiasi kepada Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH, yang akrab disapa SBS, bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu, atas pembangunan sekitar 1.000 meter tanggul yang dinilainya telah membantu melindungi masyarakat Oanmane dan Sikun dari ancaman banjir.
Namun, harapan masyarakat belum berhenti sampai di situ. Warga menginginkan pembangunan dilanjutkan agar perlindungan dapat menjangkau wilayah lain yang masih berisiko, termasuk Umatoos.
“Terima kasih untuk Bapak Bupati SBS dan Bapak Wakil Bupati yang telah membangun 1.000 meter tanggul ini sehingga Oanmane dan Sikun sudah bebas dari banjir. Terima kasih juga untuk hari ini, Bapak Nando sudah datang dan akan memperjuangkan kelanjutan empat kilometer sehingga Umatoos bebas dari banjir lagi,” ungkap Kepala Desa Oanmane.
Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Bagi warga, pembangunan yang telah terlaksana merupakan langkah penting. Akan tetapi, upaya perlindungan perlu terus diperkuat agar wilayah-wilayah yang masih menghadapi ancaman luapan sungai tidak tertinggal dari pembangunan.
Usulan tambahan empat kilometer tanggul kini menjadi salah satu aspirasi yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui koordinasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
PUPR Malaka: Pembangunan Harus Berkualitas dan Bermanfaat
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka, Lorens L. Haba, yang hadir mewakili Bupati Malaka SBS, turut mengapresiasi kunjungan Fernando Soares.
Bupati Malaka melalui Kadis PUPR mengingatkan agar setiap pekerjaan pembangunan dilaksanakan sesuai aturan, mengutamakan kualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bupati Malaka SBS selalu berpesan, ingat, kerja harus sesuai aturan, kerja harus berkualitas, dan kerja harus ada asas manfaat bagi masyarakat,” ungkap Lorens.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dilihat dari panjang bangunan atau besarnya anggaran. Kualitas pekerjaan, ketepatan perencanaan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat harus menjadi perhatian utama.
Koordinasi lintas pemerintahan juga dinilai penting agar usulan pembangunan tanggul Benenain dapat ditangani berdasarkan kebutuhan lapangan dan kewenangan masing-masing instansi.
Masyarakat Menantikan Bukti, Bukan Sekadar Janji
Persoalan banjir di DAS Benenain merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Dampaknya dapat meluas dari kerusakan rumah dan lahan pertanian hingga terganggunya aktivitas ekonomi serta akses transportasi warga.
Karena itu, perjuangan melanjutkan pembangunan sekitar empat kilometer tanggul perlu diikuti langkah konkret berupa koordinasi, kajian teknis, penentuan prioritas, dan kepastian pembiayaan.
Kunjungan Fernando Soares telah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi. Namun, masyarakat masih menantikan tindak lanjut agar usulan tersebut tidak berhenti sebagai pembicaraan dalam sebuah pertemuan.
Kini, harapan warga Oanmane, Sikun, Umatoos, dan wilayah sekitarnya tertuju pada keseriusan semua pihak dalam menerjemahkan aspirasi menjadi program yang nyata.
Sebab, bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan ancaman Sungai Benenain, tanggul bukan sekadar proyek. Tanggul adalah perlindungan bagi rumah, penyelamat lahan pertanian, penjaga akses kehidupan, dan harapan agar anak-anak mereka dapat melewati musim hujan tanpa dihantui ketakutan.
Empat kilometer yang diperjuangkan mungkin terdengar seperti angka di atas kertas. Namun, bagi masyarakat yang menanti perlindungan, angka itu menyimpan harapan besar: agar banjir tidak lagi menjadi ancaman yang terus berulang setiap musim hujan.***
RaebesiNews.com
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












