Bantuan Langsung Tunai Naik Drastis, Airlangga Ungkap Arahan Khusus dari Prabowo

IMG 20251018 WA0022 24240650

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan penambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM).

Kebijakan ini diperkirakan akan menjangkau hingga 140 juta warga Indonesia, dengan asumsi setiap keluarga terdiri dari empat orang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa BLT tambahan tersebut merupakan program di luar bantuan reguler yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) setiap bulan.

Baca Juga: BLT Kesejahteraan Rakyat, Bukti Program Prabowo Sentuh Lapisan Terbawah

Selama ini, Kemensos telah menyalurkan BLT reguler kepada 20,88 juta keluarga melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.

“Bapak Presiden meminta agar bantuan langsung tunai ini ditambahkan dan akan diberikan pada bulan Oktober, November, dan Desember 2025. Penerimanya mencapai 35.046.783 keluarga penerima manfaat. Ini lebih tinggi dari BLT sebelumnya dan bisa menjangkau sekitar 140 juta orang,” ujar Airlangga usai meninjau penyaluran bantuan di Kantor Pos, Cikini, Jakarta, Jumat (17/10).

Airlangga menambahkan, penyaluran BLT tambahan akan dimulai minggu depan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tambah BLT, Harapan Baru untuk Masyarakat Rentan

Pemerintah akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mempercepat proses pencairan bantuan tersebut.

“Penyalurannya akan dilakukan segera melalui Himbara untuk 18,3 juta keluarga dan melalui PT Pos untuk 17,2 juta keluarga. Semuanya siap diberikan mulai hari Senin nanti,” jelasnya.

Selain menambah BLT, pemerintah juga menggulirkan program stimulus ekonomi lain berupa Program Magang Nasional Bergaji.

Baca Juga: Mulai Oktober! 20 Ribu Anak Muda Langsung Kerja Lewat Program Magang Bergaji Pemerintah

Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi lulusan muda memperoleh pengalaman kerja dengan dukungan insentif dari pemerintah.

 

“Seluruh peserta magang diberikan uang saku bulanan sesuai standar kabupaten dan kota. Mereka juga mendapatkan iuran jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) dan jaminan kematian (JKM) tanpa pemotongan dari uang saku,” kata Airlangga.

Program Magang Nasional ini menargetkan 100 ribu peserta hingga akhir tahun 2025, dengan dukungan 1.666 perusahaan yang telah membuka 26.181 lowongan magang.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Tanpa Celah

Gelombang pertama diikuti 20 ribu peserta yang mulai bekerja pada 20 Oktober 2025, sementara gelombang kedua akan dibuka pada November dengan target tambahan 80 ribu peserta.

Kebijakan ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi kuartal IV 2025, yang diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat dan memperluas lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *