RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka kembali menyiapkan terobosan baru di sektor pertanian. Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) akan membentuk Kelompok Sarjana Pertanian, Perikanan, dan Peternakan di setiap kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja bagi para lulusan perguruan tinggi.
Program yang digagas Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), dan mendapat persetujuan Bupati SBS ini akan menghimpun para sarjana pertanian, perikanan, dan peternakan dari seluruh desa di Kabupaten Malaka. Mereka akan dibentuk dalam kelompok kerja berdasarkan kecamatan untuk mengelola lahan produktif secara profesional.
Setiap kelompok akan menggarap lahan sesuai potensi wilayah, mulai dari lahan basah, lahan kering hingga hortikultura. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan berupa fasilitasi permodalan untuk lahan garapan dengan luas minimal 10 hektare untuk setiap kelompok. Jika jumlah anggotanya banyak, maka dalam satu kecamatan dapat dibentuk lebih dari satu kelompok.
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, mengatakan Kabupaten Malaka memiliki potensi besar di sektor pertanian yang harus didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Karena itu, para sarjana pertanian, perikanan, dan peternakan perlu diberi kesempatan untuk berkarya sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan sektor pangan.
HMS optimistis program tersebut akan berjalan dengan baik karena dikelola oleh tenaga-tenaga yang memang memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian di bidangnya masing-masing.
“Saya yakin kelompok ini akan berhasil dengan baik dan sukses karena dikelola oleh ahlinya. Mereka adalah sarjana pertanian, perikanan, dan peternakan yang memiliki ilmu, pengetahuan, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Malaka,” tegas HMS.
Selain menciptakan lapangan kerja, kelompok ini diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat. Para anggotanya akan menerapkan teknik budidaya yang lebih modern dan produktif sehingga dapat menjadi contoh bagi petani lain dalam meningkatkan hasil produksi.
Hasil usaha yang diperoleh nantinya akan dikelola untuk kepentingan kelompok dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya. Dengan demikian, para sarjana tidak hanya memiliki kesempatan bekerja, tetapi juga mampu membangun usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Menurut HMS, program ini merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Malaka untuk menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan sarjana pertanian, perikanan, dan peternakan. Di sisi lain, program tersebut juga mendukung visi besar SBS-HMS yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Melalui pembentukan Kelompok Sarjana Pertanian, Perikanan, dan Peternakan di setiap kecamatan, Pemerintah Kabupaten Malaka optimistis mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, produktif, dan siap menjadi pelopor dalam mewujudkan Malaka sebagai salah satu lumbung pangan unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












