RaebesiNews.com – Ada perubahan penting dalam wajah pelayanan kesehatan di Kabupaten Malaka.
Dulu, ketika seorang ibu membutuhkan operasi Caesar, keterbatasan dokter spesialis dan layanan di RSUPP Betun membuat pasien dalam kondisi tertentu harus dirujuk keluar daerah, terutama ke Atambua atau Kupang.
Kini, situasinya mulai berubah.
RSUPP Betun telah diperkuat empat dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG).
Bagi masyarakat Malaka, khususnya ibu hamil dan keluarganya, ini bukan sekadar tambahan empat nama dalam daftar tenaga medis. Ini adalah perubahan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat: mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sedekat mungkin dengan tempat tinggal mereka.
Dari Harus Keluar Daerah, Kini Pelayanan Semakin Dekat
Bayangkan seorang ibu yang sedang menghadapi persalinan dan membutuhkan tindakan Caesar.
Pada periode sebelumnya, ketika pelayanan spesialis kandungan belum sekuat sekarang, pasien dengan kondisi tertentu harus menjalani perjalanan ke Atambua atau bahkan Kupang.
Bagi keluarga, rujukan keluar daerah berarti persoalan tambahan.
Ada biaya transportasi, biaya makan, biaya pendamping, waktu perjalanan, hingga kecemasan karena harus membawa ibu dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan medis.
Karena itu, ketika RSUPP Betun kini memiliki empat dokter spesialis kandungan, perubahan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar angka.
Pelayanan menjadi lebih dekat.
Tentu, bukan berarti semua persalinan atau semua kasus Caesar harus ditangani di Betun. Keputusan medis tetap berada di tangan dokter. Kasus yang membutuhkan fasilitas atau subspesialisasi yang belum tersedia tetap harus dirujuk.
Namun, setidaknya masyarakat memiliki pilihan pelayanan spesialistik yang jauh lebih kuat di daerah sendiri.
Empat Dokter Sp.OG, Modal Penting RSUPP Betun
Keberadaan empat dokter spesialis kandungan menjadi modal penting untuk membangun pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih kuat.
Rumah sakit tidak lagi hanya bergantung pada satu tenaga spesialis.
Pelayanan dapat diatur dengan lebih baik, kebutuhan pasien dapat ditangani secara lebih berkelanjutan, dan kemampuan rumah sakit menghadapi kasus obstetri dan ginekologi semakin meningkat.
Namun, empat dokter spesialis bukanlah garis akhir.
Kehadiran dokter harus diikuti kesiapan kamar operasi, dokter anestesi, bidan, perawat, obat-obatan, ketersediaan darah, alat kesehatan, ruang perawatan, serta sistem kegawatdaruratan yang mampu bekerja cepat.
Sebab dalam pelayanan persalinan, waktu bukan sekadar angka.
Waktu bisa menentukan keselamatan ibu dan bayi.
Ini Sejalan dengan Program Prioritas SBS-HMS
Perubahan pelayanan di RSUPP Betun juga tidak bisa dilepaskan dari arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).
Salah satu program prioritas SBS-HMS adalah pelayanan kesehatan yang prima dan gratis bagi masyarakat.
Pelayanan kesehatan gratis tentu tidak cukup jika masyarakat masih harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan medis yang sebenarnya bisa dikembangkan di daerah sendiri.
Karena itu, gratis harus berjalan bersama dengan kualitas.
Masyarakat membutuhkan pelayanan yang:
Gratis.
Prima.
Dekat.
Cepat.
Profesional.
Di sinilah penguatan RSUPP Betun menjadi sangat strategis.
Program kesehatan SBS-HMS tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak masyarakat yang mendapatkan pelayanan tanpa biaya. Tetapi juga dari seberapa jauh pemerintah mampu menghadirkan tenaga medis, fasilitas dan pelayanan berkualitas di tengah masyarakat.
Gratis Saja Tidak Cukup
Ini yang sering terlupakan.
Ketika seorang pasien dirujuk keluar daerah, biaya pelayanan rumah sakit mungkin bisa ditanggung melalui skema pembiayaan kesehatan sesuai ketentuan.
Tetapi keluarga tetap menghadapi biaya-biaya lain.
Transportasi.
Makan.
Pendamping.
Tempat tinggal.
Dan kehilangan waktu bekerja.
Bagi keluarga sederhana di Malaka, semua itu bukan persoalan kecil.
Maka, mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari konsep pelayanan kesehatan yang prima.
Semakin banyak kasus yang dapat ditangani di RSUPP Betun, semakin kecil pula beban masyarakat untuk keluar daerah.
RSUPP Betun Harus Terus Naik Kelas
Kita patut mengapresiasi perubahan ini, tetapi jangan berhenti pada apresiasi.
RSUPP Betun harus terus naik kelas.
Empat dokter spesialis kandungan harus dipertahankan dan diperkuat.
Dokter spesialis lainnya perlu terus ditambah sesuai kebutuhan.
Peralatan medis harus diperbarui.
Tenaga kesehatan harus terus meningkatkan kompetensi.
Sistem pelayanan harus semakin cepat dan profesional.
Dan yang tidak kalah penting, kepercayaan masyarakat harus dijaga.
Sebab rumah sakit yang baik bukan hanya rumah sakit yang memiliki banyak dokter dan alat kesehatan.
Rumah sakit yang baik adalah rumah sakit yang membuat masyarakat merasa:
“Ketika kami sakit, ada tempat untuk mendapatkan pertolongan di daerah kami sendiri.”
Dari Atambua dan Kupang, Kembali ke Betun
Perubahan RSUPP Betun hari ini seharusnya dilihat sebagai sebuah proses panjang.
Dulu, operasi Caesar dalam kondisi tertentu harus membawa ibu keluar Malaka.
Sekarang, dengan semakin kuatnya pelayanan dan hadirnya empat dokter spesialis kandungan, sebagian pelayanan tersebut dapat didekatkan kepada masyarakat.
Ini bukan berarti Atambua dan Kupang tidak lagi dibutuhkan.
Rumah sakit rujukan yang lebih lengkap tetap penting untuk kasus-kasus tertentu.
Tetapi harapannya, rujukan dilakukan karena kebutuhan medis, bukan semata-mata karena keterbatasan pelayanan dasar yang sebenarnya bisa dibangun di Betun.
Inilah arah yang seharusnya terus didorong.
Masyarakat Malaka Berhak Mendapatkan Pelayanan Terbaik
Bagi seorang ibu yang akan melahirkan, jarak bisa berarti banyak hal.
Dekat berarti keluarga lebih mudah mendampingi.
Dekat berarti biaya perjalanan lebih kecil.
Dekat berarti waktu tempuh lebih singkat.
Dan dalam kondisi tertentu, dekat bisa berarti kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pertolongan tepat waktu.
Karena itu, hadirnya empat dokter spesialis kandungan di RSUPP Betun patut dilihat sebagai bagian dari perubahan pelayanan kesehatan di Malaka.
Perubahan dari kondisi ketika pasien harus banyak dirujuk keluar daerah menuju kondisi ketika semakin banyak pelayanan dapat dilakukan di rumah sakit daerah sendiri.
Dan di sinilah program pelayanan kesehatan yang prima dan gratis SBS-HMS menemukan makna yang lebih konkret.
Bukan sekadar gratis.
Tetapi gratis dan berkualitas.
Bukan sekadar memiliki rumah sakit.
Tetapi memiliki rumah sakit yang mampu melayani.
Bukan sekadar memiliki dokter.
Tetapi menghadirkan dokter ketika masyarakat membutuhkan.
RSUPP Betun sedang bergerak ke arah itu.
Tantangannya sekarang adalah memastikan perubahan ini terus berlanjut, tidak berhenti pada empat dokter spesialis, dan terus diikuti peningkatan fasilitas, peralatan, tenaga kesehatan serta mutu pelayanan.
Sebab masyarakat Malaka tidak hanya membutuhkan rumah sakit yang berdiri di Betun.
Masyarakat Malaka membutuhkan rumah sakit yang bisa diandalkan.
Dan hari ini, RSUPP Betun sedang membangun ke arah tersebut.***
Editorial RaebesiNews
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












