Bupati Malaka SBS: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata, Malaka Harus Bangkit dan Kuat

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
Screenshot_20260818_191659_Gallery
Bupati Malaka SBS: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata, Malaka Harus Bangkit dan Kuat. Foto: Yeri Nahak, Diskominfo Malaka.

RaebesiNews.com – Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) menegaskan bahwa kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan SBS dalam pidato tertulisnya pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Pidato tertulis Bupati Malaka SBS tersebut diterima media Raebesinews.com dari bagian Pemerintah Setda Kabupaten Malaka. Naskah pidato tersebut memuat sejumlah capaian pembangunan, program pemerintah daerah serta pesan SBS kepada ASN dan seluruh masyarakat Kabupaten Malaka.

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, SBS mengatakan tema tersebut sangat relevan dengan perjalanan pembangunan Kabupaten Malaka.

Sejak menerima amanah rakyat sebagai Bupati Malaka periode 2025–2030, pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, termasuk dinamika kebijakan fiskal nasional dan efisiensi anggaran.

Namun, keterbatasan fiskal tersebut, menurut SBS, bukan alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja.

“Anggaran boleh terbatas, tetapi semangat melayani masyarakat tidak boleh terbatas,” tegas SBS dalam pidatonya.

Ia menekankan pentingnya pemerintah daerah lebih cermat menentukan prioritas, kreatif mengelola sumber daya dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pertanian Menjadi Salah Satu Fondasi Pembangunan

Dalam pidatonya, SBS menyampaikan sejumlah capaian pemerintah daerah di bidang pertanian.

Pada 2025, Pemkab Malaka menyediakan 111 unit alat dan mesin pertanian, antara lain pompa air, hand sprayer, hand tractor, traktor roda empat dan alat tanam.

Melalui dukungan pemerintah daerah dan program balik tanah gratis, pada 2025 berhasil diolah 3.076,38 hektare lahan pertanian, melampaui target 3.000 hektare atau mencapai 102,55 persen.

Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan target 3.000 hektare.

SBS menegaskan keberpihakan kepada petani merupakan bagian penting dalam membangun daerah.

“Ketika petani kuat, ketahanan pangan kuat; ketika pangan kuat, daerah juga kuat,” ujarnya.

Infrastruktur Terus Digenjot

Di bidang infrastruktur, SBS memaparkan sejumlah pekerjaan yang telah dilaksanakan sejak 2025.

Di antaranya pembangunan dan peningkatan 2.675 meter jalan kabupaten dan 3.020 meter jalan non-status, pembangunan Jembatan Gantung Nunbei sepanjang 120 meter, jaringan perpipaan SPAM sebanyak 771 sambungan rumah, 275 unit septic tank individual, bronjong sepanjang 1.010 meter, tanggul darurat sepanjang 2.600 meter, pembangunan Gedung Kantor Camat Sasitamean serta normalisasi Kali Motadelek sepanjang 1.500 meter.

SBS mengakui pembangunan tersebut belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan adalah perjalanan panjang. Yang penting adalah kita terus bergerak, terus bekerja dan terus memperbaiki,” katanya.

Kesehatan dan Pendidikan Jadi Perhatian

Di sektor kesehatan, Pemkab Malaka terus memperkuat pelayanan melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit.

SBS menyampaikan bahwa pada 2026 Pemda Malaka telah menjalin kerja sama dengan RSUP Prof. dr. I. G. N. G. Ngoerah dalam bidang jejaring pengampuan pelayanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi dan KIA.

Sementara itu, penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan disebut telah mencapai 84,73 persen.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Pemkab Malaka juga menjalankan program beasiswa pendidikan lanjutan, yakni S1 sebanyak 88 orang, S2 sebanyak 6 orang dan S3 sebanyak 3 orang.

Menurut SBS, pembangunan Malaka tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

“Kita ingin membangun Malaka bukan hanya dengan beton dan aspal, tetapi juga dengan manusia-manusia yang cerdas, kompeten, berintegritas dan memiliki hati untuk melayani,” ujarnya.

SBS Ajak ASN Jadi Pelayan Masyarakat

Dalam pidatonya, SBS secara khusus memberikan pesan kepada seluruh ASN Kabupaten Malaka agar menjadi motor penggerak pembangunan dan pelayanan.

ASN diminta hadir ketika masyarakat membutuhkan, bekerja ketika masyarakat menunggu dan memberikan solusi ketika masyarakat menghadapi kesulitan.

“Kita ini bukan sekadar orang yang bekerja di kantor pemerintah. Kita adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.

SBS juga mengajak seluruh masyarakat Malaka menjaga persatuan dan tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan politik.

“Pemilu sudah selesai, Pilkada sudah selesai. Sekarang waktunya kita bekerja bersama membangun Malaka,” katanya.

Menurut SBS, masyarakat boleh berbeda pilihan, pendapat maupun latar belakang, tetapi tetap memiliki tanah air dan masa depan yang sama.

“Kita adalah satu keluarga besar: Keluarga Malaka, Keluarga Indonesia.”

Ora et Labora: Berdoa dan Bekerja

Dalam pidatonya, SBS juga mengangkat semangat ora et labora, yakni berdoa dan bekerja.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya berdoa agar Malaka maju dan sejahtera, tetapi juga bekerja untuk mewujudkan kemajuan tersebut.

“Setelah berdoa, mari kita bekerja agar Malaka benar-benar maju,” pesannya.

SBS kemudian mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, persaudaraan dan gotong royong.

Ia menegaskan bahwa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur dimulai dari daerah-daerah yang kuat.

“Dan Malaka harus menjadi salah satu daerah yang kuat itu.”

Pidato tertulis tersebut ditutup dengan seruan:

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur! Malaka Bangkit, Malaka Kuat, Malaka Sejahtera!”

“Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Sumber: Naskah pidato tertulis Bupati Malaka, diterima Raebesinews.com dari bagian Pemerintah Setda Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung