Bukan Sekadar Ramah, RSUPP Betun Bentuk 300 Tenaga Kesehatan Jadi Pelayan Publik yang Humanis

IMG 20260823 WA0247
banner 468x60

BETUN – 8 Juni 2026

Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun terus memperkuat kualitas sumber daya manusianya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
banner 336x280

Sebanyak 300 tenaga kesehatan dan staf pendukung rumah sakit mengikuti Pelatihan Service Excellent sebagai bagian dari upaya membangun budaya pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Pelatihan yang bekerja sama dengan Ataya Production tersebut berlangsung selama tiga hari, 8-10 Juni 2026, di Aula Kantor Bupati Malaka.

Kegiatan resmi dibuka Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, Senin (8/6/2026).

Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur pelayanan rumah sakit, mulai dari jajaran manajemen, dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan hingga tenaga penunjang lainnya.

Pada hari pertama, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan yang dibagi dalam dua kelas. Masing-masing kelas berisi 50 peserta agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, interaktif, dan memungkinkan peserta terlibat langsung dalam berbagai praktik pelayanan.

Dalam sambutannya, dr. Oktelin menegaskan bahwa pelayanan prima tidak boleh hanya menjadi slogan.

Menurutnya, Service Excellent harus menjadi budaya yang diterapkan seluruh jajaran RSUPP Betun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelatihan Service Excellent merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam membangun budaya pelayanan yang profesional, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujar dr. Oktelin.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan menjadikan materi yang diperoleh sebagai bekal untuk memperbaiki pola pelayanan di unit kerja masing-masing.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ikuti seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari agar ilmu yang diperoleh tidak sia-sia dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Bagi dr. Oktelin, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan medis dan kecanggihan fasilitas.

Cara tenaga kesehatan berkomunikasi, bersikap, memberikan informasi, serta memperlakukan pasien dan keluarganya juga menjadi bagian penting dalam menentukan tingkat kepuasan masyarakat.

Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi agenda penting RSUPP Betun untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, tepat, profesional dan humanis.

Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Ataya Production yang memiliki pengalaman di bidang pelayanan dan pengembangan sumber daya manusia, yakni Septian Hidayat, A.Md., S.E., M.M., CP. EMS, Syaparuddin Salam, S.S., C.DMS., CPT, dan Sri Maryari Budiman.

Beragam materi diberikan selama kegiatan, di antaranya komunikasi efektif, etika pelayanan, penguatan budaya kerja, peningkatan kualitas layanan serta pembentukan sikap profesional dalam menghadapi pasien dan keluarga pasien.

Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana menghadapi berbagai situasi yang berpotensi muncul dalam pelayanan rumah sakit.

Pendekatan tersebut penting karena pasien yang datang ke rumah sakit umumnya berada dalam kondisi membutuhkan perhatian, kepastian informasi, rasa aman dan dukungan emosional. Dalam situasi tersebut, komunikasi yang tepat dapat membangun rasa percaya sekaligus menciptakan pengalaman pelayanan yang lebih baik.

Dr. Oktelin berharap pelatihan tersebut memberikan perubahan nyata dalam pola pelayanan seluruh jajaran RSUPP Betun.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh tenaga kesehatan dan staf RSUPP Betun mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, humanis, dan berstandar tinggi,” harapnya.

Ia menegaskan, peningkatan mutu pelayanan merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, pelatihan Service Excellent diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama tiga hari, tetapi dilanjutkan melalui penerapan nilai-nilai pelayanan prima dalam pekerjaan sehari-hari.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari transformasi RSUPP Betun sebagai rumah sakit penyangga kawasan perbatasan yang dituntut mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Malaka dan wilayah sekitarnya.

Dengan menggabungkan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan komunikasi, etika pelayanan dan budaya kerja yang berorientasi kepada pasien, RSUPP Betun menargetkan lahirnya pelayanan kesehatan yang bukan hanya profesional secara medis, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan dihargai kepada setiap pasien.

Sebab bagi RSUPP Betun, pelayanan terbaik bukan hanya tentang bagaimana pasien mendapatkan pengobatan, tetapi juga bagaimana mereka merasa aman, dihargai dan dilayani dengan hati.

Editor : Boni Atolan.

banner 336x280

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung