RaebesiNews.com – Ketua TP PKK Kabupaten Malaka Beatrix Yashinta Tae, melalui ketua Tim V Monitoring Posyandu, Agatha R. Bria melakukan kunjungan ke Posyandu Hedanbot di Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, pada Selasa (05/08/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi, pembinaan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, tercatat 5 kader Posyandu Hedanbot hadir, bersama 17 perwakilan kader dari enam posyandu lainnya di desa tersebut.
Pelaksanaan pelayanan mengikuti lima langkah posyandu sesuai standar, mulai dari pendaftaran, penimbangan, pengisian KMS, penyuluhan kesehatan, hingga pelayanan kesehatan dasar. Pencatatan laporan juga sudah dilakukan dengan baik.
Namun, monitoring menemukan sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi. Kader baru Posyandu Hedanbot belum mendapatkan pelatihan kader. Fasilitas pemeriksaan ibu hamil, seperti tempat tidur dan spons pemeriksaan, belum tersedia sehingga pemeriksaan terpaksa dilakukan di kantor desa.
Selain itu, papan informasi posyandu belum ada, dan alat timbang bayi 0–23 bulan mengalami kerusakan (error) sehingga tidak bisa digunakan.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, para kader tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
Bayi dan balita: penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan, lingkar kepala, dan pemberian Vitamin A.
Ibu hamil: penimbangan berat badan, pemeriksaan kehamilan, pemberian tablet tambah darah, dan kalsium.
Lansia: penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut, pengecekan tekanan darah, dan pemberian obat.
Penyuluhan kesehatan: diberikan kepada semua sasaran, mulai dari orang tua bayi balita, ibu hamil, hingga lansia, oleh petugas kesehatan dan kader posyandu.
Edukasi: Lima Langkah Posyandu
Posyandu adalah pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang umumnya dikelola oleh kader. Ada lima langkah utama yang menjadi prosedur standar dalam kegiatan posyandu:
1. Pendaftaran
Kader mencatat identitas dan kehadiran sasaran (balita, ibu hamil, lansia) pada buku register.
2. Penimbangan
Berat badan balita, ibu hamil, dan lansia diukur sebagai indikator status gizi dan kesehatan.
3. Pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat)
Data hasil penimbangan dicatat di KMS untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan.
4. Penyuluhan Kesehatan
Kader atau petugas memberikan edukasi tentang gizi, pola asuh anak, kesehatan ibu hamil, pencegahan penyakit, dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).
5. Pelayanan Kesehatan
Termasuk pemberian imunisasi, Vitamin A, obat cacing, tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan, dan layanan kesehatan dasar lainnya.
Dalam sesi evaluasi, sejumlah usulan dan saran disampaikan, antara lain: pengadaan papan posyandu, pengadaan sarana pemeriksaan ibu hamil, penyediaan alat timbang bayi yang baru, serta peningkatan kerja sama lintas sektor untuk menciptakan hubungan yang kondusif demi kelancaran pelayanan.
Monitoring seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga mutu posyandu, yang berperan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Dengan dukungan sarana, pelatihan kader, dan koordinasi yang baik, diharapkan Posyandu Hedanbot mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi ibu, bayi, balita, dan lansia di Desa Kapitan Meo.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





