RS Pratama Wewiku Hasil Perjuangan Melki Laka Lena, Simon Nahak Pukul Dada Bilang Dia, Kini Bermasalah Ditangani Kejati NTT

Screenshot 2025 11 05 18 36 42 03 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12 1997614305 1

Betun, RaebesiNews.com – RS Pratama Wewiku di Kabupaten Malaka kini menjadi sorotan publik. Rumah sakit yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah barat Malaka itu, ternyata belum pernah beroperasi sejak diresmikan pada 13 Juni 2024 lalu.

Ironisnya, proyek yang belum rampung itu kini justru tersandung dugaan korupsi dan tengah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkap bahwa seluruh pembangunan RS Pratama di NTT adalah hasil perjuangannya saat menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR RI di Senayan.

Melki Laka Lena kala itu memperjuangkan aspirasi masyarakat di berbagai kabupaten, termasuk Malaka, melalui jalur Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Semua RS Pratama di NTT adalah bagian dari perjuangan kami di Komisi IX DPR RI, untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan rakyat,” ujar Melki dalam salah satu kunjungannya ke daerah beberapa waktu lalu.

Namun, cerita berbeda datang dari mantan Bupati Malaka, Simon Nahak. Dalam peresmian RS Pratama Wewiku pada 13 Juni 2024, Simon dengan lantang mengklaim bahwa dirinyalah yang berjuang mendatangkan RS Pratama ke Wewiku.

Kala itu, Simon tampil bak pemain tunggal di panggung peresmian, tanpa menyebut peran tokoh sentral di balik hadirnya proyek tersebut.

Padahal, publik Malaka paham betul bahwa RS Pratama Wewiku adalah buah perjuangan Melki Laka Lena di Senayan, bukan hasil lobi Simon di tingkat daerah.

Klaim sepihak Simon kala itu menuai kritik dari masyarakat dan pengamat politik lokal yang menilai tindakannya sebagai bentuk pencitraan politik menjelang akhir masa jabatannya.

Lebih miris lagi, ketika diresmikan, pembangunan RS Pratama Wewiku belum selesai seratus persen. Fasilitas medis dan alat kesehatan belum terpasang lengkap, halaman masih dipenuhi material, dan sebagian ruang rawat belum siap digunakan.

Namun, acara peresmian tetap digelar dengan meriah, bahkan dihadiri pejabat tinggi daerah, seolah-olah rumah sakit itu siap melayani pasien keesokan harinya.

Kini, fakta berkata lain. RS Pratama Wewiku tidak pernah beroperasi. Gedungnya berdiri megah namun kosong, tanpa aktivitas medis sedikit pun. Rumput liar mulai tumbuh di halaman, dan cat tembok mulai pudar diterpa panas dan hujan.

Di tengah kondisi itu, Kejati NTT mulai turun tangan. Proyek RS Pratama Wewiku kini resmi masuk tahap penyidikan kasus dugaan korupsi. Beberapa pejabat dan pihak terkait telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Informasi yang diperoleh RaebesiNews.com, beberapa aset milik pihak-pihak terkait sudah diblokir oleh Kejati NTT. Mereka antara lain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, serta kontraktor pelaksana proyek.

Publik kini menanti langkah hukum berikutnya, apakah penyidik juga akan memanggil mantan Bupati Malaka, Simon Nahak, yang dinilai paling bertanggung jawab secara moral dan administratif atas proyek bermasalah tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat Malaka menilai, proyek RS Pratama Wewiku adalah contoh nyata bagaimana program aspirasi pusat yang seharusnya bermanfaat bagi rakyat justru dipolitisasi dan dikelola dengan buruk di tingkat daerah.

“Kalau memang proyek ini murni aspirasi dari DPR RI, maka mestinya dikelola dengan baik oleh Pemkab. Tapi kalau sudah diklaim sepihak, lalu dikerjakan asal jadi, inilah akibatnya, rakyat yang rugi,” ujar seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Wewiku, Selasa (5/11/2025).

Kini publik Malaka berharap Kejati NTT mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Tidak hanya pelaksana teknis dan pejabat dinas, tapi juga siapa pun yang terlibat dalam proses penganggaran, pengawasan, dan terutama pengambilan keputusan politik di balik proyek tersebut.

RS Pratama Wewiku yang semula diharapkan menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan, justru kini menjadi simbol kegagalan manajemen pemerintahan Simon Nahak, sebuah monumen bisu dari janji manis yang tak pernah ditepati.

Jika kasus ini tuntas, masyarakat Malaka berharap RS tersebut bisa diselamatkan dan benar-benar difungsikan bagi kepentingan rakyat, sebagaimana semangat awal yang diperjuangkan oleh Emanuel Melkiades Laka Lena di tingkat nasional: membawa pelayanan kesehatan berkualitas hingga ke pelosok NTT.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *