RaebesiNews.com – Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti kegiatan Doa Lintas Agama untuk Kedamaian dan Persatuan Bangsa yang digelar di Kabupaten Malaka.
Dalam momentum tersebut, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), menyampaikan sambutan penuh makna tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama lintas iman, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta umat dari berbagai latar belakang. Nampak hadir pimpinan DPRD Malaka dan anggota, Kapolres Malaka, Dandim 1605/Belu, Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda Malaka, para asisten sekda dan pimpinan perangkat daerah, para imam, pendeta, Ketua MUI Malaka, Ketua PC NU, hingga para tokoh lintas agama dan masyarakat Malaka.
Indonesia Akan Tetap Berdiri Selama Kita Bersatu
Dalam sambutannya, Wakil Bupati HMS menegaskan bahwa doa lintas agama ini merupakan bukti nyata kepedulian anak-anak bangsa untuk Indonesia.
“Kita ingin bangsa ini kembali tenang, damai, serta mampu menyelesaikan persoalan dengan bijaksana,” ungkapnya.
Melalui doa yang dipanjatkan bersama, HMS mengajak seluruh masyarakat untuk memohon kepada Tuhan agar:
1. Para pemimpin bangsa diberi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
2. Aparat negara dan masyarakat diberikan ketenangan hati agar tidak mudah terprovokasi.
3. Rakyat Indonesia tetap menjaga persaudaraan dan tidak terpecah belah oleh kepentingan sesaat.
4. Bangsa kita diberi jalan keluar yang adil dan bermartabat, sehingga persatuan tetap kokoh.
Kokoh dalam Persatuan, Rukun dalam Keberagaman
Wabup HMS mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai cobaan, mulai dari demonstrasi di beberapa daerah, gesekan sosial, hingga tantangan ekonomi dan ketimpangan sosial.
Namun, ia menekankan bahwa “sebesar apapun badai yang datang, Indonesia akan tetap berdiri selama kita bersatu.”
Menurutnya, doa lintas agama adalah momentum untuk memperkuat tekad bersama menjaga persaudaraan.
“Perbedaan kita adalah kekayaan, dan persatuan kita adalah kekuatan. Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan, melainkan jati diri bangsa,” tegas HMS.
Doa dan Lilin Persaudaraan
Kegiatan ditutup dengan prosesi menyalakan lilin bersama sebagai simbol persatuan dan harapan akan kedamaian Indonesia.
Tokoh-tokoh lintas agama dan masyarakat berdiri berdampingan, menyalakan cahaya kecil yang melambangkan semangat kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
HMS menutup sambutannya dengan ajakan agar doa lintas agama ini dijadikan pengingat bagi seluruh masyarakat Malaka dan Indonesia.
“Kabupaten Malaka terpanggil untuk ikut menjaga kedamaian dan memperkuat persaudaraan. Doa adalah sumber kekuatan rohani yang mampu melampaui batas ruang dan waktu,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
