Opini  

Ketika yang Kalah Tak Tahu Diri: Memainkan Isu Hoax Tujuan Adu Domba

Screenshot 20250528 033341 Facebook 4046324589

OPINI OLEH: FRIDO RAEBESI 

RAEBESINEWS.COM – Malaka sedang berbenah. Jalan diperbaiki, layanan kesehatan digratiskan, pertanian dihidupkan lewat irigasi Kali Benenai. Tapi ada saja yang tak senang: mereka yang dulu teriak soal “perubahan”, tapi akhirnya ditinggal rakyat di Pilkada 2024. Kini, mereka bermain di belakang panggung, bukan dengan ide, tapi dengan isu murahan.

Dua isu sedang mereka goreng: “Korupsi Bawang Merah Jilid 2” dan “Rekrutmen 7.000 tenaga kontrak.” Tapi jangan tertipu. Keduanya bukan soal kebenaran, melainkan soal kepanikan mereka yang tak punya lagi pijakan politik.

Baca Juga: Setelah Menang Pilkada, SBS–HMS Jawab Kritik dengan Kerja Nyata

7000 Teko: Isu yang Diciptakan, Bukan Janji yang Ditepati

Mereka menuduh SBS-HMS ingkar janji. Katanya, pemerintah sekarang akan merekrut 7.000 tenaga kontrak tanpa dasar janji kampanye. Tapi mari luruskan: SBS-HMS tidak pernah berjanji akan merekrut 7.000 orang. Isu ini lahir dari dapur pihak lawan, bukan dari mulut pemimpin.

Apa yang terjadi sesungguhnya adalah respons terhadap kebutuhan daerah: tenaga untuk sekolah, puskesmas, kebersihan, pertanian. Perekrutan itu berbasis kebutuhan, bukan pencitraan. Tapi lawan politik terlalu sibuk membuat narasi bahwa ini “politik balas budi”, padahal mereka lupa: rakyat Malaka butuh kerja, bukan wacana.

Baca Juga: Ketika Tukang Kritik Dadakan, Tidak Pernah Pegawai Sehari, Menggurui SBS HMS Soal Birokrasi dan Anggaran

Mereka Mainkan Isu Karena Tak Tahan Lihat Kemajuan

Sialnya, pihak yang kalah tak sudi diam. Mereka tak mau membantu, tapi juga tak rela Malaka maju. Maka dibuatlah isu “korupsi jilid dua” isu yang tak pernah keluar dari institusi hukum, tapi selalu ramai di status Facebook mereka yang kalah. Tujuannya bukan menegakkan keadilan, tapi menggiring persepsi bahwa pemerintah sekarang tak becus.

Sialnya lagi, rakyat Malaka bukan bodoh. Mereka tahu siapa yang kerja dan siapa yang cuma bisa mencaci.

Baca Juga: Tribrata Rafflesia FC Bengkulu Angkat Trophy Liga 4 Nasional

Jangan Ganggu Malaka yang Sedang Bangkit

Sudah saatnya kita tutup panggung bagi para pecundang politik. Kalau tidak bisa memberi solusi, setidaknya jangan mengganggu mereka yang sedang bekerja. SBS-HMS tidak menjanjikan ribuan tenaga kontrak, tapi mereka menepati janji yang lebih besar: mengurus rakyat dengan sepenuh hati.

Kepada yang kalah, berhentilah menggoreng isu basi. Rakyat Malaka sudah muak dengan kalian yang datang hanya saat kampanye, lalu muncul lagi dengan baju oposisi palsu.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Exit mobile version