RAEBESINEWS.COM – Langit Malaka pagi itu mendung, tapi aula tempat reses Viktor Bungtilu Laiskodat terasa terang oleh semangat. Anggota DPR RI dari Komisi I itu berdiri tegap, wajahnya serius tapi matanya menyimpan kekaguman.
Ia tidak sedang berbicara tentang proyek-proyek mercusuar, atau melontarkan janji-janji politik. Ia sedang memuji: bukan sembarang pujian, tapi penghormatan intelektual kepada Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS).
“Seorang pemimpin yang hebat adalah yang selalu melakukan riset sebelum melangkah lebih jauh,” ujar Viktor dengan intonasi penuh makna, Selasa, 10 Juni 2025, dalam kunjungan resesnya ke Kabupaten Malaka.
Baca Juga: Pemkab Malaka: Pekerjaan di Oekmurak Belum Gunakan Dana APBD, Itu Darurat Bantu Rakyat
Pujian itu bukan tanpa alasan. Di hari yang sama, Pemerintah Kabupaten Malaka menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.
Isi kesepakatan tersebut mencakup kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat—terutama dalam sektor strategis seperti pendidikan dan pertanian.
Riset: Jalan Terang dalam Pemerintahan
“Riset itu ilmunya Tuhan,” ujar Viktor. Kalimat itu menghentak ruangan. Tidak banyak politisi yang berani membawa diskusi publik ke ranah epistemologis seperti itu, apalagi di daerah. Tapi Viktor tahu, di balik pembangunan yang tampak, yang menentukan arah sebenarnya adalah kerja-kerja riset yang sunyi namun mendalam.
Menurutnya, sebuah kebijakan yang dilandasi riset adalah bentuk penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Dan itulah yang ia lihat pada sosok SBS.
Baca Juga: Dana Miliaran Habis untuk Monitoring, Rumah Seroja Tetap Mangkrak: Salah Satu Kegagalan Simon Nahak
“Perencanaan yang berbasis riset adalah perencanaan yang berlandaskan ilmu pengetahuan dan dilakukan oleh orang-orang hebat,” tegas Viktor, kali ini sambil menatap hadirin yang sebagian besar adalah tokoh masyarakat, ASN, dan perwakilan kampus.
SBS dan Strategi Pembangunan Berbasis Data
Dr. Stefanus Bria Seran memang bukan kepala daerah biasa. Latar belakangnya sebagai dokter spesialis kesehatan masyarakat membuatnya terbiasa berpikir berbasis data dan bukti. Selama menjabat, ia dikenal sebagai bupati yang tak pernah memutuskan sesuatu tanpa dasar riset yang kuat.
Dalam bidang pertanian, misalnya, SBS mendorong pemanfaatan irigasi dari Bendung Benenai, bukan semata-mata mengandalkan tadah hujan. Ia juga melibatkan lembaga akademik dalam pengembangan varietas unggul yang cocok dengan tanah Malaka.
Dalam pendidikan, ia aktif bekerja sama dengan lembaga-lembaga ilmiah untuk meningkatkan mutu guru dan mengembangkan kurikulum lokal yang relevan dengan konteks budaya dan sosial Malaka.
Baca Juga: Tiga Bulan Lebih Memimpin, Ini 7 Capaian Nyata SBS-HMS di Malaka
“Kerja sama dengan Undana ini adalah langkah strategis untuk membumikan ilmu pengetahuan di tanah Malaka. Kita tidak mau membangun hanya dengan intuisi, tapi dengan logika dan data,” kata SBS dalam kesempatan yang sama.
Politik Ilmiah, Bukan Gimik Murahan
Di tengah dunia politik yang kadang gemar menjual sensasi, apa yang dilakukan SBS justru menunjukkan wajah lain dari kepemimpinan: tenang, sistematis, dan berbasis riset. Dan bagi Viktor Laiskodat, hal itu sangat langka.
“Pemimpin seperti ini perlu kita apresiasi, bahkan kita contoh. Malaka ini sedang menapaki jalan yang benar. Jalan yang tidak sekadar membangun jembatan dan gedung, tapi juga membangun kapasitas berpikir rakyatnya,” ujar Viktor, yang juga mantan Gubernur NTT.
Baca Juga: Simon Bagi Sembako, SBS Bangun Tanggul: Antara Gimik Politik dan Solusi Nyata untuk Malaka
Malaka dan Masa Depan Akademik
Dengan terjalinnya kerja sama ini, ke depan Malaka tak hanya menjadi lumbung pertanian dan kawasan strategis perbatasan. Ia bisa menjadi laboratorium hidup bagi riset-riset multidisipliner. Mahasiswa dan dosen Undana bisa menggali potensi lokal, merumuskan solusi berbasis lokalitas, dan mendorong lahirnya kebijakan berbasis bukti.
Sebagaimana Viktor menegaskan, “Ini bukan cuma kerja sama formalitas. Ini adalah jembatan ilmu yang akan mengangkat martabat Malaka.”
Dan ketika seorang pemimpin dipuji karena riset, kita tahu, arah pembangunan tidak sedang digerakkan oleh ambisi, tapi oleh akal sehat dan cinta yang mendalam pada daerahnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





