RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa program 80.081 Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, bukan untuk memperkaya segelintir orang.
Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam acara peluncuran nasional Koperasi Merah Putih yang digelar di Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7/2025).
“Dulu waktu Orde Baru dibentuk KUD, tapi lama-lama diplesetkan jadi ‘Ketua Untung Duluan’. Hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi,” tegas Presiden.
Baca Juga: Inspektorat Mulai Audit Proyek Mangkrak Chung Lay di Desa Nanin, Sejak 2021 Belum PHO
Koperasi Digital dan Transparan
Prabowo menjelaskan bahwa koperasi saat ini akan berbasis teknologi dan transparansi. Setiap arus keuangan akan tercatat dan diawasi secara digital oleh Kementerian Koperasi dan lembaga terkait.
“Zaman sekarang semuanya pakai gadget. Semua transaksi masuk dan keluar harus pakai teknologi. Tidak ada lagi ruang untuk bermain-main dengan uang rakyat,” ungkap Prabowo.
Baca Juga: Tersandera Proyek Gagal di Desa Nanin: Publik Desak APH Tangkap Chung Lay Orang Dekat Simon Nahak
Ia menyampaikan bahwa teknologi menjadi alat utama untuk memastikan pengelolaan koperasi yang bersih, adil, dan akuntabel.
Kepala Desa Jadi Garda Depan Pengawasan
Presiden juga memberikan penekanan khusus kepada para kepala desa agar turut mengawasi jalannya koperasi di wilayah masing-masing. Menurutnya, kepala desa dan perangkat desa adalah pihak yang paling dekat dengan rakyat dan harus bertanggung jawab atas keberhasilan koperasi.
“Kepala desa sanggup? Harus sanggup. Ketua koperasi harus diawasi. Jangan sampai rakyat dirugikan,” kata Prabowo di hadapan para hadirin.
Baca Juga: Broncaptering Nanin Belum PHO Sejak 2021: Diduga Dikerjakan Chung Lay, Orang Dekat Simon Nahak
Koperasi sebagai Simbol Gotong Royong
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengibaratkan koperasi sebagai sekumpulan lidi yang jika disatukan akan menjadi alat pembersih yang kuat. Hal ini menggambarkan bahwa kekuatan ekonomi rakyat akan tumbuh jika saling bekerja sama dalam wadah koperasi.
“Satu lidi lemah, tapi jika puluhan bahkan ratusan lidi disatukan, bisa menjadi alat yang berguna. Itulah koperasi. Dari ekonomi kecil jadi kekuatan besar,” ujarnya.
Menggerakkan Ekonomi dari Desa
Prabowo menegaskan bahwa program koperasi ini akan membalik arus ekonomi nasional, dari yang sebelumnya terpusat di kota menjadi berputar dari desa ke kota.
Baca Juga: BUMDes Matahari Oenaek Dorong Pertanian Hortikultura untuk Dukung Program MBG
“Selama ini dana dari desa diserap ke kota. Sekarang kita balik. Dana dari ibukota harus turun ke provinsi, ke kabupaten, hingga ke desa,” pungkasnya.
Dengan peluncuran Koperasi Merah Putih ini, Prabowo berharap akan lahir gerakan ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkelanjutan, dimulai dari desa sebagai fondasi pembangunan nasional.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





