15 Hari Maraton Diplomasi, Prabowo Subianto Bawa Pulang Investasi dan Kerja Sama Strategis Internasional

IMG 20250717 WA0022 323156934

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menyelesaikan kunjungan kerja luar negeri selama 15 hari dengan hasil signifikan.

Dalam lawatannya ke sejumlah negara sahabat dan forum internasional, Prabowo berhasil membawa pulang sejumlah investasi asing, kesepakatan strategis bilateral, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Prabowo tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7/2025), dan menyampaikan langsung hasil lawatannya yang dimulai dari Arab Saudi, dilanjutkan ke Brasil, Belgia, Prancis, hingga Belarus.

Baca Juga: Era Baru Perdagangan Indonesia-AS: Prabowo Umumkan Penurunan Tarif Impor AS Jadi 19%

Arab Saudi: Siap Tingkatkan Investasi dan Dukung Kampung Haji Permanen

Kunjungan diawali di Arab Saudi, di mana Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam pertemuan tersebut, Arab Saudi menyatakan komitmennya untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di sektor energi dan infrastruktur.

Baca Juga: Dukung Program MBG Presiden Prabowo, Kades Uabau Buka Lahan Hortikultura 2 Hektar Pakai Excavator

Selain itu, Prabowo mengusulkan pembangunan perkampungan haji permanen bagi jemaah asal Indonesia. Usulan tersebut disambut positif oleh pemerintah Saudi dan akan dibahas lebih lanjut secara teknis.

“Secara prinsip mereka tidak keberatan. Sudah ada rencana awal, mudah-mudahan berjalan lancar,” ujar Presiden.

Indonesia Resmi Hadir di KTT BRICS 2025 Brasil

Dari Arab Saudi, Prabowo melanjutkan agenda ke Rio de Janeiro, Brasil, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025. Kehadiran Indonesia kali ini menandai resminya Indonesia sebagai anggota BRICS, forum ekonomi negara-negara berkembang.

Baca Juga: Wabup HMS Geram: Kades Malas Rapat, Tapi Gesit Urus Dana Desa

Dalam pertemuannya dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Prabowo menekankan potensi besar kerja sama Indonesia-Brasil, terutama dalam bidang perdagangan dan perlindungan lingkungan hidup, mengingat kedua negara memiliki hutan hujan tropis terbesar di dunia.

Belgia: Indonesia dan Uni Eropa Sepakati CEPA, Tarif Impor 0 Persen

Kunjungan berlanjut ke Brussels, Belgia, di mana Prabowo bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menandatangani kesepakatan penting dalam bentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Baca Juga: Dari Seroja ke Skandal: Ketika Bantuan Menjadi Luka Kedua

Melalui CEPA, barang-barang ekspor Indonesia bisa masuk pasar Uni Eropa dengan tarif 0%, dan sebaliknya. Ini menjadi tonggak baru bagi peningkatan ekspor nasional.

“Ini simbiosis mutualisme. Mereka punya teknologi dan dana, kita punya sumber daya dan pasar,” kata Prabowo.

Prancis: Indonesia Jadi Tamu Kehormatan di Bastille Day, Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Baca Juga: Proyek Septic Tank Mangkrak di Malaka Diduga Jatah “Mama Istri Pejabat Tinggi

Dalam lawatannya ke Paris, Prancis, Presiden Prabowo menghadiri Hari Bastille (Bastille Day) sebagai tamu kehormatan, menjadikannya Presiden RI pertama yang mendapat kehormatan tersebut. Bahkan, Indonesia memimpin defile militer dalam perayaan Hari Nasional Prancis itu.

Prabowo juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron, membahas penguatan kerja sama strategis di bidang pertahanan, teknologi, dan ekonomi hijau.

“Ini kehormatan besar bagi Indonesia. Mereka melihat kita sebagai mitra penting,” ungkap Prabowo.

Baca Juga: Tidak Ada Pengurus Titipan Timses SBS-HMS dalam Struktur KDMP

Bahas Gaza-Ukraina di Inggris, Akhiri Lawatan Diplomatik di Belarus

Selain agenda resmi, Prabowo juga melakukan pertemuan informal dengan pejabat tinggi di Inggris, membahas sejumlah isu global seperti konflik di Gaza dan Ukraina.

Lawatan diplomasi 15 hari ini ditutup di Minsk, Belarus, untuk memperkuat hubungan bilateral yang selama ini masih terbatas.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ini membuktikan bahwa diplomasi Indonesia semakin aktif dan strategis di tengah dinamika global. Melalui penguatan hubungan bilateral dan multilateral, serta pengamanan investasi, Indonesia menegaskan posisinya sebagai kekuatan baru di tingkat global.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *