Daerah  

Warga Apresiasi Pemkab Malaka: Jalan Diperbaiki, Mata Air Ikut Dilestarikan

Screenshot 20250519 170745 Photo Editor 808160287

RAEBESINEWS.COM – Di antara rindangnya hutan kecil yang menghubungkan Desa Wehali dan Kamanasa, tikungan Tubaki yang dulu dipenuhi lubang dan genangan air kini mulai bersih dan rata.

Jalan itu belum diaspal, memang, tetapi urukan tanah wadas yang kini menutup luka-lukanya menjadi secercah harapan baru bagi warga yang selama ini hanya bisa mengeluh dan menunggu.

Baca Juga: Bupati Malaka Stefanus Bria Seran: Jangan Anggap Biasa Air Tergenang di Kampung

Berkat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), akses utama ini kini bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat tanpa cemas. Ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan bukti bahwa pemerintah hadir di saat yang dibutuhkan rakyatnya.

“Sebelumnya, kalau hujan jalan ini jadi lumpur, motor bisa jatuh. Sekarang sudah rata, walau masih tanah wadas, tapi kami senang,” kata Bapak Amandus, petani dari Kamanasa yang setiap hari membawa hasil panen ke pasar Betun.

Baca Juga: As Manulea: Negeri Batu Bertuah di Ujung Sasitamean

Perbaikan ini tak hanya membawa kelegaan bagi pengendara, tapi juga menghadirkan rasa syukur karena kawasan sekitar mata air Tubaki, yang selama ini menjadi sumber air bersih warga juga turut dijaga dan tidak rusak akibat pengerjaan jalan.

“Kami senang sekali karena mata air di pinggir jalan itu tidak ditimbun. Pemerintah kerja hati-hati, tidak merusak aliran air. Itu sumber hidup kami,” ujar Ibu Yohana, warga Wehali.

Tubaki bukan hanya titik lintasan, melainkan simpul kehidupan: tempat anak-anak lewat menuju sekolah, petani mendorong hasil kebun, dan para ibu menimba air. Jalan yang membelah hutan itu kini tidak lagi membuat warga bergidik saat melewatinya. Suara motor tak lagi diselingi umpatan, tapi sapaan dan senyum.

Baca Juga: Revitalisasi Jalan dan Drainase Tubaki: Sinergi Infrastruktur dan Perlindungan Sumber Air di Malaka

Bahkan, di antara pepohonan yang teduh dan suara gemericik mata air, beberapa warga terlihat duduk santai di pinggir jalan sore itu, sebuah pemandangan yang dulu jarang terlihat karena licinnya jalan dan kubangan yang mengancam.

“Ini jalan penting, tapi juga tempat yang punya sejarah dan kesucian tersendiri. Terima kasih karena pemerintah tidak hanya bangun jalan, tapi juga jaga alam,” tambah Damianus Seran, tokoh muda dari Kamanasa.

Memang masih banyak pekerjaan rumah. Jalan wadas ini belum permanen. Tapi Tubaki hari ini sudah jauh lebih baik daripada Tubaki kemarin. Dan dalam langkah-langkah kecil yang membangun, warga melihat itikad besar dari pemimpinnya untuk memperbaiki, menjaga, dan mendengar.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *