Daerah  

Bupati Malaka SBS Hadiri Rakornas Swasembada Pangan Bersama Menteri Pertanian, Antisipasi Kekeringan Ekstrem

Reporter : Frido Umrisu RaebesiEditor: Redaksi
IMG 20260421 WA0000
Bupati Malaka Hadiri Rakornas Swasembada Pangan Bersama Menteri Pertanian, Antisipasi Kekeringan Ekstrem

RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka menunjukkan komitmen serius dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Hal ini ditandai dengan kehadiran Bupati Malaka dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta.

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI dan dilaksanakan pada 20 April 2026 di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas prediksi kekeringan ekstrem tahun 2026 yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sekaligus langkah konkret pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Dalam surat resmi bernomor B-1336/SR.030/J/04/2026 tertanggal 15 April 2026 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P., ditegaskan bahwa Rakornas ini menjadi forum penting untuk menyusun langkah mitigasi terhadap potensi kekeringan yang dapat berdampak langsung pada sektor pertanian.

Bupati Malaka hadir bersama sejumlah kepala daerah lainnya dari seluruh Indonesia. Kehadiran tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi membawa misi besar: memastikan Kabupaten Malaka tetap menjadi salah satu lumbung pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

1776728280527 1
Bupati Malaka dan Bupati Belu ketika menghadiri Rakornas Swasembada Pangan Bersama Menteri Pertanian, Antisipasi Kekeringan Ekstrem

Dalam forum tersebut, Menteri Pertanian menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan iklim, khususnya kekeringan yang diprediksi akan memengaruhi musim tanam tahun ini. Ia juga meminta seluruh daerah untuk menyiapkan data usulan kegiatan yang terverifikasi guna mempercepat intervensi program, khususnya di sektor lahan dan irigasi.

Bupati Malaka menyambut serius arahan tersebut. Dengan pengalaman daerahnya yang selama ini mengandalkan sistem irigasi dari Bendung Benenai, Malaka dinilai memiliki potensi besar dalam menjaga stabilitas produksi pangan, terutama padi dan hortikultura.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu telah menempatkan sektor pertanian sebagai program prioritas. Salah satu langkah nyata yang dijalankan adalah pengolahan lahan pertanian milik petani menggunakan alat mesin pertanian berupa traktor yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Program ini memberikan dampak langsung bagi petani, karena seluruh proses pengolahan lahan dilakukan secara gratis. Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban biaya produksi petani, tetapi juga mempercepat musim tanam serta meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.

IMG 20260421 WA0002
Bupati Malaka Hadiri Rakornas Swasembada Pangan Bersama Menteri Pertanian, Antisipasi Kekeringan Ekstrem

Selain padi, salah satu komoditas unggulan Kabupaten Malaka adalah jagung. Komoditas ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi petani di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran juga berharap adanya intervensi nyata dari Kementerian Pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dukungan ini dinilai sangat penting untuk mendorong peningkatan produksi pertanian di Malaka, baik untuk komoditas padi maupun jagung.

“Dengan dukungan alsintan yang memadai, kami optimistis produktivitas pertanian di Malaka bisa meningkat signifikan. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” harapnya.

Rakornas ini juga menjadi ruang strategis bagi daerah untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan. Dalam konteks Malaka, tantangan seperti distribusi air irigasi, kesiapan petani, hingga kebutuhan dukungan infrastruktur menjadi bagian penting yang ikut dibahas.

Lebih dari itu, kehadiran Bupati Malaka dalam forum nasional ini memperlihatkan bahwa daerah tidak tinggal diam menghadapi ancaman krisis pangan. Sebaliknya, Malaka mengambil posisi aktif, terlibat langsung dalam perumusan kebijakan, serta siap menjalankan program yang berpihak pada petani.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Malaka menegaskan komitmennya: swasembada pangan bukan sekadar slogan, melainkan perjuangan nyata yang dimulai dari sawah, dari kebun, dan dari kerja bersama antara pemerintah dan rakyat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *