RAEBESINEWS.COM – Dalam waktu kurang dari empat bulan, duet kepemimpinan dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS) mulai menunjukkan langkah konkret dalam membenahi Kabupaten Malaka.
Berbagai infrastruktur dasar kembali disentuh, pelayanan kesehatan gratis dihidupkan, dan tata kelola desa dibenahi. Berikut tujuh capaian utama SBS-HMS sejak dilantik kembali memimpin Malaka:
Baca Juga: 3,5 Bulan SBS-HMS vs 3,5 Tahun Simon Nahak: Siapa yang Benar-Benar Bekerja untuk Rakyat Malaka?
1. Pembangunan Tanggul Oanmane (1,4 Km): Menjinakkan Bencana TaTahunan
Di Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, pembangunan tanggul sepanjang 1,4 kilometer menjadi tameng baru dari ancaman banjir bandang yang setiap tahun menghantui warga sekitar Sungai Benenai.
Tanggul ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol keseriusan SBS-HMS dalam menyelamatkan kehidupan dan mata pencaharian petani setempat. Dengan konstruksi beton bertulang dan sistem drainase yang tertata, tanggul ini diharapkan mampu mengurangi luapan air saat musim hujan ekstrem.
2. Pembangunan Tanggul Aintasi (1,6 Km): Menjaga Sawah dan Harapan Petani
Tak jauh dari Aintasi, Kecamatan Malaka Tengah, pembangunan tanggul sepanjang 1,6 kilometer juga tengah digarap dengan progres signifikan.
Lokasi ini dikenal sebagai lumbung pangan yang rawan gagal panen akibat banjir tahunan. Kehadiran tanggul ini memungkinkan ribuan hektar sawah tetap berproduksi dan mendukung ketahanan pangan Malaka. Warga pun mengaku kembali menanam dengan rasa percaya diri.
Baca Juga: Dua Desa di Kecamatan Rinhat Terancam Sanksi Bupati Malaka: Laporan Inspektorat Segera Diterbitkan
3. Pembangunan Bronjong Oekmurak (1 Km): Menguatkan Infrastruktur Penahan
Di kawasan rawan longsor Oekmurak, Kecamatan Rinhat, pemerintahan SBS-HMS membangun bronjong sepanjang 1 kilometer. Bronjong adalah struktur kawat berisi batu yang ditempatkan di tebing-tebing sungai untuk menahan erosi.
Pembangunan ini menjawab keluhan warga yang rumah dan kebunnya terancam longsor saban musim hujan. Proyek ini juga menjadi bentuk sinergi antara masyarakat lokal dan Pemda dalam menjaga lingkungan hidup.
4. Perbaikan Jalan Welaus-Kusa: Menghubungkan Harapan Antardesa
Jalan penghubung antara Welaus dan Kusa, dua desa di Kecamatan Weliman, kini telah diperbaiki dan mulai dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan lebih lancar.
Akses ini sebelumnya rusak parah, membuat distribusi hasil pertanian terhambat dan akses ke sekolah serta puskesmas terganggu. SBS-HMS menjadikan jalan ini prioritas sebagai bagian dari visi pembangunan dari desa, oleh desa, dan untuk desa.
Baca Juga: Kolaborasi Pemkab Malaka dan Pemprov NTT, Jalan Betun–Motamasin Akhirnya Diperbaiki
5. Perbaikan Jalan Betun-Motamasin: Memulihkan Nadi Ekonomi Perbatasan
Betun sebagai ibu kota kabupaten kini kembali terkoneksi lebih baik ke Motamasin, gerbang lintas batas negara menuju Timor Leste. Perbaikan jalan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekspor produk lokal.
SBS-HMS memahami bahwa kawasan perbatasan bukanlah halaman belakang, melainkan beranda terdepan bangsa. Maka, perbaikan jalur ini menjadi pesan tegas: Malaka siap menyambut investasi dan perdagangan lintas negara.
6. Pelayanan Kesehatan Gratis Berbasis e-KTP: Kesehatan adalah Hak, Bukan Komoditas
Salah satu program andalan SBS-HMS yang kembali diaktifkan adalah pelayanan dan pengobatan gratis cukup dengan menunjukkan e-KTP Malaka.
Program ini menjadi penyangga bagi warga miskin dan rentan yang kesulitan mengakses layanan medis. Tak perlu BPJS, tak perlu antre rumit, cukup e-KTP, pasien langsung dilayani. Program ini mencerminkan filosofi SBS: negara harus hadir, bukan sekadar menyapa.
Baca Juga: Dulu Simon Nahak Salahkan Warga Saat Bencana, Kini SBS-HMS Bangun Tanggul Cegah Banjir
7. 29 Desa Telah Diaudit: Transparansi dari Hulu Pembangunan
Langkah awal reformasi tata kelola desa juga sudah dimulai. Dalam waktu singkat, 29 desa telah selesai diaudit, sebagai bagian dari komitmen SBS-HMS untuk membenahi pengelolaan Dana Desa.
Audit ini tidak dilakukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai peta awal dalam memastikan dana publik digunakan sebesar-besarnya untuk kemajuan rakyat. Kepala desa pun kini diarahkan pada pendekatan kolaboratif, bukan administratif semata.
Arah yang Jelas, Langkah yang Tegas
Meski baru 3,5 bulan memimpin, SBS-HMS menunjukkan bahwa keberpihakan pada rakyat bukan sekadar janji kampanye.Mereka bergerak cepat, bekerja senyap, dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat Malaka.
Ke depan, publik menanti keberlanjutan dari capaian ini, serta transformasi menyeluruh di bidang pendidikan, pertanian, dan ekonomi kreatif desa.
Baca Juga: Dana Desa Bermasalah: SBS-HMS Siap Tindak 26 Kepala Desa di Malaka, Berikut Daftarnya
Malaka butuh pemimpin yang tak hanya hadir saat seremoni, tapi juga saat jalan becek dan tanggul jebol. SBS-HMS, sejauh ini, memberi harapan baru bahwa Malaka bisa, bila dipimpin dengan hati dan kerja keras.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











