RaebesiNews.com – Kepemimpinan Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS) menandai babak penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Malaka. Di tengah tantangan daerah perbatasan yang selama bertahun-tahun berkutat dengan persoalan infrastruktur, ekonomi rakyat, dan layanan dasar, SBS–HMS hadir dengan pendekatan yang berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat. Program kerja yang dirancang tidak berhenti pada jargon, tetapi menyentuh langsung kehidupan petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat kecil di desa-desa terpencil.
Sejak awal memimpin, SBS–HMS menegaskan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa. Filosofi ini diwujudkan melalui penguatan sektor-sektor produktif rakyat, terutama pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Malaka. Dengan memanfaatkan potensi Bendung Benenain dan jaringan irigasi yang ada, pemerintah daerah mendorong peningkatan indeks tanam dan produktivitas lahan. Petani tidak lagi dibiarkan bekerja sendiri, melainkan didampingi penyuluh pertanian lapangan yang aktif turun ke sawah.
Selain pertanian, SBS–HMS juga memberi perhatian serius pada layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Program pelayanan kesehatan gratis cukup dengan e-KTP menjadi bukti nyata keberpihakan pada masyarakat kecil. Rumah sakit dan puskesmas diperkuat dari sisi manajemen, tenaga medis, hingga sarana pendukung, sehingga warga tidak lagi takut berobat karena alasan biaya.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah berupaya memastikan anak-anak Malaka memiliki akses belajar yang layak. Perbaikan sekolah, dukungan bagi guru, serta perhatian pada pendidikan karakter menjadi bagian dari agenda besar membangun sumber daya manusia unggul. SBS–HMS meyakini bahwa pembangunan fisik tanpa pembangunan manusia akan melahirkan ketimpangan baru.
Pendekatan kepemimpinan SBS–HMS yang terbuka dan komunikatif juga mendapat apresiasi luas. Mereka tidak segan berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, serta mencari solusi bersama. Pola ini menciptakan kepercayaan publik dan memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan.
Secara keseluruhan, arah pembangunan pro rakyat yang dijalankan SBS–HMS menunjukkan bahwa Malaka sedang bergerak menuju kemandirian dan kesejahteraan. Dengan konsistensi kebijakan dan dukungan masyarakat, visi besar membangun Malaka dari desa untuk rakyat bukan sekadar harapan, melainkan proses yang sedang berjalan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











