Daerah  

SBS–HMS dan Arah Baru Pembangunan Pro Rakyat di Kabupaten Malaka

Screenshot 2025 10 05 20 26 04 76 a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6 4282211152

RaebesiNews.com – Kepemimpinan Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS) menandai babak penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Malaka. Di tengah tantangan daerah perbatasan yang selama bertahun-tahun berkutat dengan persoalan infrastruktur, ekonomi rakyat, dan layanan dasar, SBS–HMS hadir dengan pendekatan yang berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat. Program kerja yang dirancang tidak berhenti pada jargon, tetapi menyentuh langsung kehidupan petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga masyarakat kecil di desa-desa terpencil.

 

Sejak awal memimpin, SBS–HMS menegaskan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa. Filosofi ini diwujudkan melalui penguatan sektor-sektor produktif rakyat, terutama pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Malaka. Dengan memanfaatkan potensi Bendung Benenain dan jaringan irigasi yang ada, pemerintah daerah mendorong peningkatan indeks tanam dan produktivitas lahan. Petani tidak lagi dibiarkan bekerja sendiri, melainkan didampingi penyuluh pertanian lapangan yang aktif turun ke sawah.

 

Selain pertanian, SBS–HMS juga memberi perhatian serius pada layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan. Program pelayanan kesehatan gratis cukup dengan e-KTP menjadi bukti nyata keberpihakan pada masyarakat kecil. Rumah sakit dan puskesmas diperkuat dari sisi manajemen, tenaga medis, hingga sarana pendukung, sehingga warga tidak lagi takut berobat karena alasan biaya.

 

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah berupaya memastikan anak-anak Malaka memiliki akses belajar yang layak. Perbaikan sekolah, dukungan bagi guru, serta perhatian pada pendidikan karakter menjadi bagian dari agenda besar membangun sumber daya manusia unggul. SBS–HMS meyakini bahwa pembangunan fisik tanpa pembangunan manusia akan melahirkan ketimpangan baru.

 

Pendekatan kepemimpinan SBS–HMS yang terbuka dan komunikatif juga mendapat apresiasi luas. Mereka tidak segan berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, serta mencari solusi bersama. Pola ini menciptakan kepercayaan publik dan memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan.

 

Secara keseluruhan, arah pembangunan pro rakyat yang dijalankan SBS–HMS menunjukkan bahwa Malaka sedang bergerak menuju kemandirian dan kesejahteraan. Dengan konsistensi kebijakan dan dukungan masyarakat, visi besar membangun Malaka dari desa untuk rakyat bukan sekadar harapan, melainkan proses yang sedang berjalan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *