RaebesiNews.com – Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorens Haba, menegaskan bahwa pembangunan tanggul darurat di Desa Oanmane berjalan sesuai aturan, diawasi langsung, dan telah melalui mekanisme resmi hingga tahap PHO.
Ia menepis kabar miring yang beredar tanpa dasar. “Keterlambatan hanya dua hari dan sudah dikenakan denda sesuai aturan. Kalau mau jelas, tanya PPK, karena saya sebagai KPA sudah memberi kewenangan. Jangan asal tulis tanpa turun lokasi atau wawancara,” tegas Lorens Haba. Ia juga meluruskan kekeliruan penyebutan jabatan dirinya. “Saya Plt, bukan Plh, dan nama saya dicatut tanpa konfirmasi.”
Penjelasan Resmi dari PPK
Dayfis Hendra Mboeik, PPK proyek memaparkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 120 hari, dimulai 5 Juni 2025 hingga 2 Oktober 2025.
“Pada 24 September 2025 penyedia, CV Cipta Baru Konstruksi, mengajukan pemberian kesempatan karena progres baru 81 persen. Kami beri tambahan waktu 30 hari,” jelas PPK.
Setelah itu penyedia menambah armada, melakukan lembur, dan pekerjaan selesai pada 3 Oktober 2025. Mereka lalu mengajukan permohonan PHO.
“Pada 4 Oktober kami turun bersama tim teknis dan penyedia untuk PHO. Volume realisasi justru melebihi volume rencana. Namun ada beberapa catatan: kerapian dan akses jalan dari kebun masyarakat ke atas tanggul,” lanjut PPK.
PPK langsung memerintahkan pembenahan dan penimbunan jalan akses. Pada 13 Oktober 2025, tim kembali mengecek dan memastikan perintah sudah dilaksanakan.
“Karena selesai melewati dua hari dari kontrak dan PHO dilakukan tanggal 4 Oktober, penyedia dikenakan denda keterlambatan selama dua hari,” tegasnya.
Bagian dari Janji Penanganan Banjir SBS–HMS
Lorens Haba menegaskan, tanggul ini adalah realisasi misi Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS dalam menangani banjir, bukan proyek asal jadi.
“Sebelumnya ini hanya janji dan ukur ulang berkali-kali, tapi tidak pernah dibangun. Tahun ini total panjang tanggul Motaain–Oan Mane lebih dari 12 meter. Pemimpin sebelumnya bahkan tidak anggarkan,” ungkapnya.
Proyek akan berlanjut tiap tahun hingga ke Umatoos dan Lasaen. Ia menegaskan dirinya turun langsung mengawasi pekerjaan.
“Semua belanja modal saya pantau serius, termasuk pekerjaan dari Balai Sungai dan PU Provinsi,” jelasnya.
Sindiran untuk Penulis Tanpa Data
Lorens menyesalkan ada penulisan opini tanpa memahami fakta lapangan.
“Yang tulis itu sudah berapa kali turun lokasi? Jangan asal menilai dari rumah tanpa tanya PPK atau kontraktor,” katanya.
Ia menilai kritik seharusnya diarahkan ke persoalan serius.
“Contoh, proyek Seroja yang uangnya habis tapi belum selesai, atau RS Pratama yang diresmikan tanpa asas manfaat untuk rakyat,” sindirnya.
Ia menutup dengan ajakan agar warga Malaka ikut mendukung pekerjaan strategis.
“Sebagai orang Malaka, mestinya kita dukung pembangunan tanggul karena ini menyelamatkan rakyat dari banjir, bukan diganggu. Salam infrastruktur.”***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











