Daerah  

Pemerintahan SBS-HMS Terima Kritik, HMS Siap Diskusi Kapan Saja dengan Mahasiswa

Screenshot 2025 09 05 16 54 36 52 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7 3727238021

RaebesiNews.com – Suasana di gedung DPRD Kabupaten Malaka pada Rabu siang itu terasa berbeda. Massa Aliansi Revolusi Malaka yang datang dengan semangat kritis, justru disambut dengan tangan terbuka oleh jajaran pemerintah daerah.

Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), tampil menenangkan dan penuh wibawa, memberi ruang luas bagi suara-suara mahasiswa.

Dalam keterangannya usai menerima para demonstran, HMS menegaskan bahwa pemerintahan SBS-HMS tidak pernah alergi kritik.

Menurutnya, kritik dari mahasiswa maupun masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang justru membantu pemerintah untuk terus memperbaiki diri.

“Mahasiswa adalah kontrol publik. Kehadiran mereka penting untuk memastikan pemerintah tetap berjalan pada jalur yang benar,” tegas HMS.

Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Penyemangat

HMS juga menyampaikan terima kasih kepada para pendemo yang dengan lantang menyuarakan aspirasi mereka.

Menurutnya, peran mahasiswa tidak berhenti hanya pada aksi jalanan, tetapi juga harus ditindaklanjuti dengan diskusi, ide, serta gagasan baru bagi pembangunan Malaka.

“Kami berterima kasih karena sudah mengingatkan pemerintahan SBS-HMS. Masukan-masukan itu menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Dialog Terbuka, Kapan dan Di Mana Saja

Yang lebih menarik, Wakil Bupati Malaka ini menegaskan komitmennya untuk selalu membuka pintu dialog dengan mahasiswa.

Ia menekankan, komunikasi yang sehat antara pemerintah dan generasi muda adalah kunci terciptanya perubahan yang nyata.

“Saya selalu ada waktu untuk diajak berdiskusi. Kapan saja, di mana saja, mari kita duduk bersama mencari solusi terbaik untuk Malaka. Saya siap 24 jam untuk mahasiswa,” ungkap HMS penuh keyakinan.

Rai Malaka: Rumah Bersama

Pernyataan HMS menegaskan filosofi dasar kepemimpinan SBS-HMS: bahwa Rai Malaka adalah rumah bersama, tempat semua elemen masyarakat, baik pemerintah, mahasiswa, maupun rakyat kecil, harus berjalan beriringan menuju kesejahteraan.

Dengan sikap terbuka ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berhenti pada kritik, tetapi juga ikut menyumbangkan pikiran kreatif dan gagasan segar untuk mengatasi persoalan daerah.

Harapan Baru Untuk Rai Malaka

Langkah HMS membuka ruang dialog tanpa batas waktu ini menjadi sebuah sinyal positif bagi iklim demokrasi di Malaka.

Mahasiswa kini memiliki ruang lebih luas untuk menyuarakan gagasan, sementara pemerintah menunjukkan komitmen untuk mendengar.

Dalam konteks pembangunan daerah yang penuh tantangan, kolaborasi semacam ini bisa menjadi energi baru bagi Malaka.

Kritik dan diskusi bukan lagi dilihat sebagai ancaman, melainkan sumber inspirasi untuk menciptakan Malaka yang lebih maju, adil, dan sejahtera bagi semua.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *