Daerah  

Pemda Malaka Olah Tanah Rakyat Secara Gratis untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Screenshot 2025 11 05 09 58 40 02 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7 1388472333

Betun, RaebesiNews.com — Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) kembali menghadirkan terobosan penting di bidang pertanian rakyat. Melalui program Balik Tanah Gratis, Pemda Malaka membantu masyarakat mengolah kembali lahan-lahan kebun yang subur namun selama ini terbengkalai akibat keterbatasan tenaga dan alat.

Program ini menjadi langkah strategis Pemda dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan musim yang semakin tidak menentu.

Bupati SBS menegaskan bahwa rakyat Malaka sesungguhnya memiliki lahan yang sangat subur, tetapi banyak yang belum digarap karena keterbatasan alat dan kemampuan tenaga kerja. Melihat kondisi tersebut, pemerintah mengambil kebijakan untuk membantu rakyat dengan cara yang paling mendasar yaitu menggerakkan kembali roda pertanian keluarga.

“Rakyat kita punya tanah yang subur, tetapi kurang daya untuk mengolahnya. Karena itu Pemerintah Daerah membantu masyarakat dengan mengolah tanah kebun mereka yang subur itu. Setelah itu, masyarakat harus menindaklanjutinya dengan menanam tanaman pangan seperti jagung, ubi, pisang, dan sayur-sayuran untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Bupati SBS di Betun.

Menurutnya, ketahanan pangan keluarga bukan hanya soal bantuan pangan dari pemerintah, melainkan tentang kemampuan setiap rumah tangga menghasilkan bahan makanan sendiri dari kebunnya sendiri. Dengan menghidupkan kembali kebun rakyat, dapur keluarga akan selalu mengepulkan asap, tanda kehidupan dan kemandirian.

SBS juga menekankan pentingnya penerapan ilmu pertanian sederhana namun bermanfaat. Ia mengajak masyarakat menanam sesuai musim, menggunakan pupuk organik dari kotoran ternak, serta menerapkan sistem tumpang sari, misalnya menanam sayuran di antara tanaman jagung atau ubi. Cara-cara ini terbukti mampu menjaga kesuburan tanah, menghemat biaya, dan memperbanyak hasil panen.

“Pertanian itu tidak harus mahal. Kalau kita tahu cara kerja tanah dan ikuti irama musim, hasilnya pasti baik. Pemerintah bantu dengan tenaga dan alat, rakyat lanjutkan dengan kerja keras dan semangat,” jelasnya.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, Bupati SBS memberikan tugas dan wewenang penuh kepada Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS) untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan. HMS akan memantau agar setiap lahan yang telah diolah benar-benar ditanami dan hasilnya kembali untuk rakyat.

“Wakil Bupati saya tugaskan untuk mengawasi program ini dengan baik. Pemerintah hadir untuk rakyat, maka hasilnya juga harus kembali untuk rakyat,” tegas SBS.

Untuk tahun tanam ini, Pemerintah Kabupaten Malaka menargetkan pengolahan lahan rakyat seluas 3.000 hektar yang tersebar di seluruh kecamatan. Program ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Malaka dengan dukungan para kepala desa dan kelompok tani.

Traktor dan operator disiapkan pemerintah, dan proses pengolahan dilakukan secara bergilir agar seluruh wilayah mendapat bagian yang merata. Setelah tanah diolah, masyarakat diwajibkan menanam berbagai tanaman pangan seperti jagung lokal, ubi jalar, pisang, dan sayur-sayuran rumah tangga.

Bupati SBS berharap langkah ini bukan hanya menumbuhkan kembali semangat bertani, tetapi juga menciptakan ketahanan pangan dari akar rumput.

“Kalau rakyat bisa menanam dari kebunnya sendiri, maka dapur mereka akan tetap mengepulkan asap yang wangi. Itulah arti sejati dari ketahanan pangan keluarga,” pungkasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *