HMS Bersilaturahmi di Rumah Makan Pantai Timur, Mahasiswa Malaka Dapat Ruang Kerja dan Belajar di Yogyakarta

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
FB_IMG_1791177055172
HMS Bersilaturahmi di Rumah Makan Pantai Timur, Mahasiswa Malaka Dapat Ruang Kerja dan Belajar di Yogyakarta

RaebesiNews.com – Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), menghadiri undangan pemilik Rumah Makan Ikan Bakar Pantai Timur, Yeski Damaledo, di kawasan Ambarukmo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (4/10/2026) malam.

Kehadiran HMS disambut hangat oleh Yeski Damaledo bersama sejumlah mahasiswa dan anak muda asal Kabupaten Malaka yang saat ini bekerja di rumah makan tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Bukan sekadar jamuan makan malam, pertemuan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan warga Malaka yang berada di tanah rantau.

Dalam kesempatan tersebut, HMS menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yeski Damaledo yang telah memberikan kesempatan kepada warga Malaka, khususnya mahasiswa, untuk bekerja, belajar, serta mendapatkan pengalaman di Yogyakarta.

“Terima kasih kepada pemilik Rumah Makan Pantai Timur yang sudah mengundang saya. Saya juga menyampaikan apresiasi karena telah memberikan kesempatan kepada anak-anak Malaka untuk bekerja dan mendapatkan pengalaman di sini,” ujar HMS.

Menurut HMS, kesempatan bekerja bagi mahasiswa di perantauan bukan hanya berkaitan dengan penghasilan, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk membangun keterampilan, kedisiplinan, pengalaman kerja, dan kemandirian.

Ia berharap para mahasiswa Malaka dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk masa depan.

40 Karyawan, Separuhnya dari Malaka

Sementara itu, pemilik Rumah Makan Ikan Bakar Pantai Timur, Yeski Damaledo, mengaku bangga dan berterima kasih atas kunjungan Wakil Bupati Malaka HMS.

Yeski mengatakan, dirinya sengaja mengundang HMS sebagai bentuk penghormatan sekaligus momentum untuk mempererat tali silaturahmi.

“Terima kasih sekali karena Bapak Wakil Bupati, Bapak HMS, sudah mengambil waktu setelah kemarin ada agenda keluarga. Malam ini beliau bisa datang ke Resto Ikan Bakar Pantai Timur,” kata Yeski.

Yeski dan HMS memiliki latar belakang daerah yang sama. Karena itu, pertemuan tersebut terasa seperti perjumpaan keluarga di tanah rantau.

Menariknya, dari sekitar 40 karyawan yang bekerja di Rumah Makan Pantai Timur, sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk anak muda dan mahasiswa asal Malaka.

“40 karyawan saya itu dari NTT, separuhnya dari Malaka,” ungkap Yeski.

Bagi Yeski, keberadaan mahasiswa Malaka di rumah makan tersebut bukan hanya membantu operasional usaha, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman dan keterampilan generasi muda.

Ia menerapkan sistem kerja yang memungkinkan mahasiswa maupun pekerja muda mendapatkan pengalaman dalam kurun waktu tertentu.

“Biasanya tiga, empat, lima sampai enam bulan, kemudian diganti lagi. Supaya mereka punya keahlian dan pengalaman dalam bidangnya,” jelas Yeski.

Dari Rumah Makan, Budaya Malaka Dikenalkan

Rumah Makan Ikan Bakar Pantai Timur juga menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTT kepada masyarakat Yogyakarta dan para pengunjung.

Setiap malam Minggu, restoran tersebut menampilkan sejumlah kesenian tradisional NTT, termasuk Likurai, Tebe dan Bidu dari Malaka.

“Setiap malam Minggu ada tarian-tarian, terutama Likurai, Tebe dan Bidu dari Malaka. Banyak tamu yang datang ke Pantai Timur, sehingga mereka juga bisa mengenal bahwa itu tarian dari Malaka,” ujar Yeski.

Langkah tersebut menjadi cara sederhana namun bermakna untuk membawa identitas budaya Malaka ke tengah masyarakat Yogyakarta.

Di tengah kehidupan perantauan dan jauhnya jarak dari tanah kelahiran, budaya menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat Malaka dengan akar identitasnya.

Silaturahmi Warga Malaka di Tanah Rantau

Yeski Damaledo juga mengajak para pejabat maupun masyarakat Malaka yang berkunjung ke Yogyakarta untuk tidak sungkan bersilaturahmi dan mampir ke Rumah Makan Pantai Timur.

“Kami berharap kalau ada pejabat dari Malaka datang ke Yogyakarta, bisa menghubungi kami. Kami akan sambut dengan senang hati, kemudian kita silaturahmi,” katanya.

Kunjungan HMS malam itu bukan sekadar agenda makan bersama.

Pertemuan tersebut menjadi gambaran bagaimana jejaring warga Malaka di tanah rantau dapat menjadi ruang untuk saling membantu, membuka peluang kerja, berbagi pengalaman, sekaligus menjaga budaya dan persaudaraan.

Di Yogyakarta, anak-anak Malaka tidak hanya bekerja dan menimba pengalaman. Mereka juga membawa nama daerah, memperkenalkan budaya, dan membangun jejaring untuk masa depan.

Malaka boleh jauh secara jarak, tetapi persaudaraan tidak mengenal batas tempat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung