Daerah  

Di Era Bupati Simon Nahak, DPRD Malaka Rekomendasi Beberapa Proyek Diduga Bermasalah Ke APH

ImgResizer 20240402 2050 59944 768x426 1

RaebesiNews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka menyerahkan rekomendasi tiga proyek yang diduga bermasalah kepada Polres Malaka.

Rekomendasi tersebut diantar oleh Ketua DPRD Kabupaten Malaka Adrianus Bria Seran, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Malaka Hendrikus Fahik Taek, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka Henri Simu dan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Malaka Egidius Atok.

Tiga proyek tersebut diantaranya proyek pembangunan bantuan Rumah Seroja, proyek pekerjaan Septic Tank dan proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama.

Selain itu DPRD juga menyampaikan beberapa proyek lain seperti proyek di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malaka, proyek ruas jalan Numponi serta pembangunan Gereja di Tniumanu wilayah trans yang juga bermasalah.

Ketua DPRD Kabupaten Malaka Adrianus Bria Seran menyampaikan hal tersebut di halaman Polres Malaka, Selasa 2 April 2024 sesuai menyerahkan rekomendasi kepada Kapolres Malaka.

Dikatakan Adrianus, pihaknya bertemu dengan Kapolres Malaka guna menyerahkan rekomendasi hasil tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah pada tanggal 26 Maret lalu.

“Hari ini saya bersama dengan Wakil Ketua II Pak Hendrik Fahik, Ketua Komisi III Pak Henri Simu dan Anggota Komisi III Pak Egidius Atok kami datang di Polres Malaka karena sesuai dengan Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah tanggal 26 Maret maka untuk menindaklanjuti RDP itu kami menyerahkan rekomendasi tentang mangkraknya beberapa pekerjaan proyek di Kabupaten Malaka,”ungkap Adrianus.

Lanjut Ketua DPRD Kabupaten Malaka itu, pihaknya merekomendasikan proyek pembangunan Rumah Seroja, pekerjaan Septic Tank dan Rumah Sakit Pratama.

“Kita rekomendasikan beberapa pekerjaan di Kabupaten Malaka seperti pembangunan rumah Seroja yang dimana kita tahu bersama bahwa sejak dikerjakan pada tahun 2022 namun sampai sekarang ada yang belum selesai dikerjakan.

Proyek pembangunan rumah bantuan Seroja saat ini sudah ditangani oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur namun kita ingin tahu prosesnya sudah sampai dimana,”tandas Adrianus.

Lanjut Politisi Golkar itu, ada juga pekerjaan Septic Tank yang dikerjakan pada tahun 2021 di Desa Raimataus, Desa Wederok, Desa Oekmurak,.Desa Tafuli 1 dan Desa Kereana yang juga belum selesai dikerjakan.

Selain itu kata Adrianus, pembangunan Rumah Sakit Pratama dimana progres yang disampaikan meningkatnya sangat sedikit dan batas adendum timenya per tanggal 31 Maret kemarin sudah selesai.

“Harapannya Bapak Kapolres Malaka bersama jajarannya dapat menindaklanjuti apa yang direkomendasikan oleh DPRD,”ujar Adrianus.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka, Henri Simu mengatakan terkait dengan proyek pembangunan Rumah Seroja dimana sampai dengan saat ini ada bangunan yang belum jadi.

“Anehnya bangunan belum jadi tapi uangnya sudah habis. Sudah semua terealisasi. Itulah alasannya kita membawa rekomendasi datang di Polres Malaka,”ucap Henri Simu.

Selain Seroja kata Henri Simu ada juga pekerjaan Septic Tank yang dikerjakan dari tahun 2021 pekerjaannya belum selesai namun dari Dinas sudah berani untuk PHO.

“Bukan hanya PHO namun sudah dibuatkan LKPJ bahwa pekerjaan sudah selesai dan sudah dipakai oleh masyarakat. Faktanya pekerjaan itu belum selesai,”ungkapnya.

Lanjut Anggota DPRD Fraksi Partai Golkar itu ada juga pekerjaan Rumah Sakit Pratama dimana mengenai lokusnya sebenarnya rumah sakit itu ada di Kecamatan Laenmanen tapi dipindahkan ke Wewiku.

“Saat kita rapat bersama di DPRD dari Dinas mengatakan masyarakat dari Laenmanen tidak menyiapkan lahan sehingga dipindahkan ke Wewiku. Kita dari DPRD meminta dokumen pemindahan itu dari Dinas namun tidak diberikan sampai dengan saat ini,”tandas Henri Simu.

Sementara terkait dengan progres Rumah Sakit Pratama menurut Ketua Komisi III itu tidak betul karena tiangnya baru berdiri tapi progresnya sudah 75 persen. Pihaknya menduga ada rekayasa progres.

“Lewat tiga hari kita kesana lagi progresnya naik 3 persen. Dan 3 persen itu bertahan sampai dengan saat ini dimana laporan 78 persen itu kuda-kudanya baru 2 yang naik dan saat itu 78 persen. Dan sekarang ini atapnya sudah naik, dindingnya sudah keliling semua tapi progresnya masih 78 persen. Jadi kuat dugaan kami kalau laporan awal yang 75 persen itu sengaja dinaikkan,”tandas Ketua Komisi III itu.

Lanjutnya lagi, untuk Dinas Pendidikan banyak pekerjaan yang tidak selesai dan batas waktunya juga sudah habis dan pekerjaan pun belum selesai.

“Kuat dugaan kami ada proses yang kurang betul khususnya di pelelangan,”katanya.

Pihaknya juga menyampaikan secara lisan kepada Kapolres Malaka terkait pekerjaan ruas jalan Numponi yang juga sampai sekarang belum selesai. Selian itu pembangunan Gereja di Tniumanu wilayah trans yang belum selesai dikerjakan namun sudah dilakukan PHO.

“Tadi juga kita menyampaikan secara lisan kepada Pak Kapolres terkait pembangunan ruas jalan Numponi dengan pembangunan Gereja di Tniumanu wilah trans yang pekerjaan belum selesai tapi sudah di PHO. Itu kita sudah sampaikan di Pak Kapolres,”ungkapnya.

Menurut Henri Simu, Kapolres Malaka berterimakasih karena DPRD telah menyampaikan informasi tersebut dan Polres akan menindaklanjuti rekomendasi dari DPRD.

“Karena itu kita berharap dari Polres segerah turun untuk menangani masalah ini,” tambah Henri Simu.

Sebagai informasi anggaran yang digunakan untuk proyek Septic Tank senilai Rp. 4.256.000.000, untuk bantuan Rumah Bantuan Seroja sebesar Rp. 60. 460.000.000 dan untuk RS Pratama sebesar Rp. 45.000.000.000.

Proyek – proyek tersebut dikerjakan pada pemerintahan atau masa kepemimpinan Bupati Simon Nahak yang punya misi pemberantasan korupsi di Kabupaten Malaka. ***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *