Daerah  

Dari Anak Petani Jadi Wakil Bupati: Henri Melki Simu dan Mimpinya Membawa Malaka Jadi Lumbung Pangan

Screenshot 20250505 120834 Facebook 1245985497

RaebesiNews.com – Di antara hamparan sawah yang hijau menghampar, langkah kaki Henri Melki Simu terasa menyatu dengan tanah yang pernah membesarkannya. 

Wakil Bupati Malaka itu tak asing dengan bau lumpur, beratnya cangkul, dan teriknya matahari. Ia bukan sekadar pemimpin daerah. Ia adalah petani dulu, kini, dan seterusnya.

Henri lahir dari keluarga petani sederhana. Masa kecilnya diwarnai dengan kegiatan bertani bersama orang tua. 

Baca Juga: Bupati Malaka Tanggapi Demo Mahasiswa: Silakan Demo, Tapi Bawa Bukti Kuat dan Tempuh Jalur PTUN

“Kami hidup dari tanah, dan saya diajarkan bahwa siapa pun yang menghargai tanahnya, tidak akan pernah kekurangan,” kenangnya.

Kini, saat menjabat sebagai Wakil Bupati, Henri tidak meninggalkan akar kehidupannya. Ia tetap bertani. Di sela-sela aktivitas pemerintahan, ia mengurus lahan pertanian miliknya yang tersebar di Desa Kletek, Umanen, dan Wederok. 

Jagung dan padi menjadi tanaman utama hasil bumi yang sudah akrab sejak masa kecilnya.

Tak sendiri, Henri bahu – membahu dengan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran atau akrab disapa SBS, untuk mengangkat kembali semangat bertani masyarakat Malaka.

Baca Juga: Kadis PUPR Malaka, Lorens Haba, Tegaskan Komitmen Total untuk Pembangunan Infrastruktur 2025

Misi mereka jelas: menjadikan Malaka sebagai lumbung pangan di Nusa Tenggara Timur.

“Jangan sampai kita lapar di atas tanah Malaka yang subur ini,” tegas Henri suatu waktu dalam kegiatan panen raya. Kalimat itu menjadi semboyan yang menggugah kesadaran warga.

Hamparan sawah milik Henri bukan sekadar ladang panen, tapi juga ladang harapan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak malu bertani.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Henri justru menaruh hormat pada pekerjaan petani, pekerjaan yang menghidupi bangsa.

Baca Juga: Bupati SBS Murka: OPD Malaka Ternyata Berutang Miliaran ke Rentenir, Sekwan Disorot Tajam!

Komitmennya terhadap pertanian bukan basa-basi. Ia kerap hadir langsung ke sawah, berdiskusi dengan petani, bahkan ikut menyingsingkan lengan baju saat tanam jagung dimulai.

Dalam dirinya, ada keyakinan kuat: Malaka bisa mandiri pangan, asal rakyat dan pemerintah berjalan seirama.

Kepemimpinan Henri adalah cerminan dari jiwa seorang petani: tekun, sabar, dan berpikir jangka panjang.

Baginya, membangun daerah bukan sekadar infrastruktur megah, tapi juga memastikan isi dapur warga tetap mengepul.

Dengan semangat yang tumbuh dari lumpur sawah, Henri Melki Simu ingin membuktikan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari sepetak ladang. Dan Malaka, tanah subur di ujung selatan NTT, adalah tempat yang tepat untuk menanam mimpi itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *