Daerah  

Bupati Malaka Tegaskan Makna Pembangunan: Dari yang Tidak Ada Menjadi Ada

Reporter : Frido Umrisu RaebesiEditor: Redaksi
Screenshot 20260222 074818 Gallery scaled

 

Malaka, RaebesiNews.com – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran atau yang akrab disapa SBS, menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar slogan, melainkan proses nyata yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam momentum syukuran satu tahun pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang digelar di Taman Eden, Kamis (20/02/2026).

Dalam sambutannya, SBS memaparkan definisi pembangunan secara lugas dan membumi.

“Definisi membangun itu dari yang tidak ada menjadi ada. Misalnya jalan menuju Taman Eden ini dulu tidak ada, sekarang sudah ada. Itu namanya membangun,” ungkapnya di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan tahap awal sering kali dimulai dari membuka akses dan menghadirkan sesuatu yang sebelumnya belum tersedia. Soal kualitas dan peningkatan standar, kata dia, merupakan tahapan berikutnya.

“Nanti baru kita tingkatkan kelas jalannya. Tapi pada intinya sudah ada pembangunan,” tambah SBS.

Pembangunan Sebagai Proses Bertahap

SBS juga menjelaskan bahwa membangun bukan hanya soal infrastruktur jalan. Ia menggambarkan pembangunan sebagai proses perubahan bertahap: dari yang pendek menjadi tinggi, dari yang sempit menjadi luas, dan dari yang dangkal menjadi dalam.

“Itulah definisi membangun,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan satu tahun kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu. Di tengah berbagai tantangan fiskal dan kebutuhan dasar masyarakat yang masih tinggi, pemerintah daerah berupaya menata prioritas pembangunan secara bertahap.

Akses dan Keadilan Pembangunan

Pembangunan jalan menuju Taman Eden disebut sebagai salah satu contoh konkret. Akses tersebut dinilai membuka peluang baru, baik bagi pengembangan kawasan, mobilitas masyarakat, maupun potensi ekonomi lokal.

Bagi pemerintah daerah, membuka akses adalah fondasi. Tanpa akses, pelayanan dan pertumbuhan ekonomi akan tersendat. Karena itu, pendekatan “dari tidak ada menjadi ada” menjadi prinsip dasar sebelum masuk pada tahap peningkatan kualitas.

SBS menegaskan, pembangunan tidak selalu harus langsung sempurna. Yang terpenting adalah menghadirkan perubahan nyata yang bisa dirasakan rakyat, lalu secara bertahap meningkatkan mutu dan daya dukungnya.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini, menurutnya, bukan sekadar seremoni, tetapi kesempatan untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan di Kabupaten Malaka.

Dengan definisi yang sederhana namun filosofis, SBS menekankan bahwa pembangunan adalah proses berkelanjutan, dimulai dari menghadirkan yang belum ada, lalu menyempurnakannya sedikit demi sedikit demi kesejahteraan masyarakat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *