Bupati Malaka SBS Bahas Potensi Pertanian Bersama Mentan Amran, Jagung dan Ubi Jadi Pilihan

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
FB_IMG_1789993069813
Bupati Malaka SBS Bahas Potensi Pertanian Bersama Mentan Amran, Jagung dan Ubi Jadi Pilihan

 

RaebesiNews.com – Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) membahas potensi pengembangan sektor pertanian Kabupaten Malaka secara langsung bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Pertemuan tersebut berlangsung setelah rapat bersama sejumlah kepala daerah yang memiliki potensi pengembangan komoditas pertanian, khususnya jagung, ubi dan tebu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati SBS menyampaikan pilihan Pemerintah Kabupaten Malaka untuk memprioritaskan dua komoditas, yakni jagung dan ubi.

“Dari 48 kabupaten yang diundang, yang mempunyai potensi untuk mengembangkan komoditas jagung, ubi dan tebu. Malaka meminta dua komoditas, yaitu jagung dan ubi,” ujar SBS.

Menurut SBS, pilihan tersebut disesuaikan dengan potensi pertanian Kabupaten Malaka dan peluang kedua komoditas tersebut untuk dikembangkan sebagai bagian dari peningkatan produksi serta penguatan ekonomi masyarakat.

Mentan Amran: Program Ini Atas Arahan Presiden

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya menjelaskan bahwa program pengembangan komoditas tersebut merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia.

Amran mengatakan, arahan Presiden disampaikan secara intensif selama beberapa hari, baik melalui pertemuan maupun komunikasi melalui telepon.

“Ini atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, tiga hari berturut-turut ke atas maupun di telepon beliau,” kata Amran.

Menurut Amran, rapat tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara dan telah berlangsung dengan baik bersama para kepala daerah.

Amran menyebut terdapat puluhan bupati yang mengikuti pembahasan program tersebut.

“Alhamdulillah sudah selesai rapat dengan baik. Bupati-bupati ada 44,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera bergerak untuk merealisasikan program tersebut.

“Insyaallah kita akan mulai bergerak sekarang dan tahun depan mudah-mudahan sudah mulai tanam,” kata Amran.

Bupati Mendapat Dukungan untuk Uji Coba Jagung

Khusus pengembangan jagung, Menteri Pertanian menyampaikan adanya dukungan kepada kepala daerah yang hadir untuk melakukan percobaan penanaman.

Menurut Amran, pemerintah akan memberikan bantuan kepada bupati yang mengikuti program tersebut, kemudian melihat hasil percobaan di lapangan.

“Untuk jagung kami berikan bantuan. Bupati yang datang percobaan nanti kita lihat hasilnya,” kata Amran.

Bahkan, pemerintah akan menggunakan hasil produksi sebagai salah satu dasar untuk menentukan dukungan berikutnya.

Amran menyebutkan skema awal yang akan dilihat adalah sekitar 1.000 hektare untuk satu bupati, kemudian hasil pertanamannya akan dievaluasi.

“Seribu hektare satu bupati yang datang. Kita lihat jagungnya, tanamannya bagus, produksinya tinggi, saya akan tambah di Januari,” ujar Amran.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan jagung akan diarahkan melalui pendekatan berbasis hasil. Dengan demikian, kualitas pertumbuhan tanaman dan produktivitas menjadi bagian penting dalam evaluasi program.

Malaka Pilih Jagung dan Ubi

Bagi Kabupaten Malaka, program tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan dua komoditas yang dipilih daerah, yaitu jagung dan ubi.

Jagung memiliki rantai pemanfaatan yang luas, baik sebagai bahan pangan maupun bahan baku pakan. Sementara ubi memiliki peran penting dalam diversifikasi pangan dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.

Pilihan tersebut juga sejalan dengan upaya Pemkab Malaka yang saat ini mendorong peningkatan produktivitas lahan pertanian masyarakat.

Pemkab Malaka Kerahkan Alsintan Gratis

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Malaka telah mengambil langkah konkret dengan mengerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk membantu menggarap lahan petani secara gratis.

Pengerahan alsintan tersebut dilakukan untuk membantu petani mengolah lahan sekaligus mengurangi beban biaya produksi.

Mekanisasi pertanian memungkinkan pengolahan lahan dilakukan lebih cepat dan efisien dibandingkan jika seluruh pekerjaan mengandalkan tenaga manual.

Langkah tersebut menjadi semakin relevan dengan adanya dorongan pengembangan jagung dan ubi. Lahan yang telah dipersiapkan dengan baik dapat segera diarahkan untuk memasuki musim tanam sesuai kondisi agroklimat dan kalender pertanian.

Namun, peningkatan produksi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan lahan.

Kualitas benih, kesesuaian varietas, kesuburan tanah, ketersediaan air, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman serta penanganan pascapanen tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan budidaya.

Produksi Tinggi Menjadi Ukuran Penting

Pernyataan Mentan Amran mengenai evaluasi berdasarkan kondisi tanaman dan tingkat produksi memberikan gambaran bahwa program tersebut diarahkan pada produktivitas, bukan sekadar luas lahan.

Dalam ilmu pertanian, produktivitas merupakan salah satu indikator penting untuk menilai keberhasilan suatu sistem budidaya.

Artinya, lahan yang luas harus diikuti dengan teknologi budidaya yang tepat agar mampu menghasilkan produksi yang optimal.

Karena itu, apabila Malaka mendapatkan dukungan pengembangan jagung, maka kesiapan lahan, benih unggul, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, serta pendampingan petani menjadi faktor penting untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Potensi Hilirisasi

Pengembangan jagung dan ubi juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui hilirisasi.

Jagung dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan, sementara ubi dapat dikembangkan menjadi bahan pangan olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Hilirisasi memungkinkan keuntungan ekonomi tidak berhenti pada proses produksi di tingkat petani. Pengeringan, penyimpanan, pengolahan, pengemasan dan pemasaran dapat menjadi bagian dari rantai usaha baru di daerah.

Namun, hilirisasi membutuhkan pasokan bahan baku yang konsisten dan berkualitas. Karena itu, peningkatan produktivitas petani menjadi fondasi penting sebelum industri pengolahan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Tiga Kabupaten NTT

Dalam kesempatan tersebut, SBS juga menyampaikan bahwa dari Provinsi Nusa Tenggara Timur terdapat tiga kabupaten yang mengikuti agenda tersebut, yakni Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Barat Daya dan Malaka.

Keterlibatan tiga kabupaten dari NTT tersebut membuka ruang bagi daerah untuk menyampaikan potensi pertanian masing-masing kepada pemerintah pusat.

Bagi Malaka, kesempatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian daerah sekaligus menyampaikan komoditas yang ingin dikembangkan.

Dari Jakarta ke Lahan Petani Malaka

Pertemuan antara Bupati SBS dan Menteri Pertanian Amran menjadi penting karena pembahasan tidak berhenti pada potensi komoditas.

Ada arah program yang perlu diterjemahkan ke tingkat daerah, termasuk kesiapan lahan, mekanisasi, peningkatan produktivitas dan pendampingan petani.

Di Malaka, Pemkab telah mengerahkan alsintan untuk membantu petani mengolah lahan tanpa biaya. Sementara di tingkat nasional, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan pengembangan jagung dan melakukan evaluasi berdasarkan kualitas tanaman serta produktivitas.

Dengan demikian, terdapat kesinambungan antara kebijakan pemerintah pusat dan langkah pemerintah daerah.

Bagi Bupati SBS, kesempatan membahas langsung potensi pertanian Malaka bersama Mentan Amran merupakan ruang strategis untuk membawa kebutuhan dan potensi daerah ke tingkat nasional.

Malaka memilih jagung dan ubi, sementara dukungan pemerintah daerah diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi melalui bantuan pengolahan lahan.

Jika pengembangan tersebut diikuti dengan penyediaan benih berkualitas, teknologi budidaya, pengelolaan air, pendampingan, pascapanen dan kepastian pasar, maka program ini dapat menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian Malaka.

Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa luas lahan yang ditanam, tetapi juga dari seberapa tinggi produktivitas, seberapa efisien biaya produksi dan seberapa besar manfaat ekonomi yang diterima petani.

Dari Jakarta, pemerintah pusat menyampaikan arah program. Dari Malaka, pemerintah daerah mulai menggerakkan alsintan untuk membantu petani.

Kini, jagung dan ubi menjadi dua komoditas yang diharapkan mampu memperkuat basis pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat petani Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung