RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka kembali menegaskan komitmennya untuk menjawab kebutuhan rakyat, terutama para petani yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari hasil sawah dan ladang.
Salah satu persoalan yang kini menjadi sorotan adalah saluran irigasi di Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, yang mengalami longsor dan sudah bertahun-tahun menanti perbaikan.
Sebelumnya, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), turun langsung meninjau lokasi saluran yang longsor tersebut. Dalam kunjungannya, HMS didampingi Plh. Kadis Pertanian dan anggota DPRD Malaka dari Partai Perindo. Peninjauan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan.
HMS kala itu menegaskan, kerusakan saluran air Weoe tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena menyangkut keberlangsungan hidup para petani.
“Ini kebutuhan vital. Kalau saluran air tidak berfungsi, otomatis lahan persawahan tidak bisa digarap maksimal. Rakyat akan susah, dan produksi pangan ikut terganggu,” ujarnya di lokasi.
Respon cepat pemerintah daerah pun disampaikan langsung oleh Bupati Malaka. Menurutnya, saluran irigasi Weoe harus segera ditangani karena merupakan kebutuhan dasar rakyat.
“Kebutuhan rakyat untuk menghasilkan pangan harus menjadi prioritas. Karena itu, pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi NTT hingga Pemerintah Pusat akan menaruh perhatian penuh terhadap perbaikan saluran ini,” tegas Bupati.
Untuk saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malaka sedang melakukan penghitungan detail kebutuhan anggaran.
Hasil perhitungan tersebut akan menjadi dasar langkah selanjutnya, apakah ditangani langsung dengan APBD Malaka, melalui dukungan Pemerintah Provinsi NTT, atau lewat intervensi dari Pemerintah Pusat.
Bupati menambahkan, pembangunan sektor pertanian tidak bisa ditunda-tunda. Irigasi yang baik adalah kunci agar sawah tetap produktif, pangan tersedia, dan ekonomi rakyat terjaga.
“Kalau pangan cukup, rakyat sejahtera, dan stabilitas daerah pun ikut terjaga. Itu sebabnya saluran ini menjadi prioritas,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat Weoe menyambut baik perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Warga berharap agar perbaikan bisa dilakukan dalam waktu dekat sehingga air kembali mengalir lancar ke area persawahan mereka.
“Selama ini kami hanya bisa bertahan dengan cara seadanya. Kalau hujan, baru bisa tanam. Tapi kalau musim kemarau, sawah kering. Kami sangat berharap pemerintah segera perbaiki saluran ini,” ungkap salah satu petani Weoe dengan penuh harap.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat, masyarakat optimistis bahwa masalah saluran irigasi yang sudah belasan tahun dibiarkan ini akan segera berakhir.
Bupati Malaka sendiri menegaskan bahwa pembangunan pertanian akan terus menjadi fokus utama pemerintahannya demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat di daerah perbatasan ini.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











