RSUPP Betun Prioritaskan Budaya Kerja untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

IMG 20260823 143847 542 scaled

Malaka – 26 Maret 2026

Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, terus melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama manajemen rumah sakit saat ini adalah membangun dan memperkuat budaya kerja seluruh sumber daya manusia (SDM), terutama dalam hal disiplin, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan kualitas pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, kepada media, Rabu (26/3/2026).

Menurut dr. Oktelin, tantangan terbesar dalam penataan rumah sakit bukan hanya berkaitan dengan pembenahan sarana dan prasarana, tetapi juga bagaimana membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional di lingkungan rumah sakit.

“Tantangan terbesar dalam penataan rumah sakit adalah membangun budaya kerja yang disiplin dan tepat waktu sesuai SOP. Setiap bagian memiliki pengaruh pada bagian lainnya, sehingga disiplin kerja menjadi kunci keberhasilan pelayanan,” ujar dr. Oktelin.

Ia menjelaskan, pelayanan di rumah sakit merupakan sebuah sistem yang saling berkaitan. Karena itu, keterlambatan atau ketidakdisiplinan pada satu bagian dapat berdampak terhadap pelayanan di bagian lainnya, termasuk pada pasien.

Selain penataan SDM, perbaikan fisik dan kebersihan lingkungan rumah sakit, pembangunan budaya kerja menjadi salah satu aspek penting yang terus ditekankan manajemen RSUPP Betun.

“Hal ini bertujuan agar setiap pegawai menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai standar mutu kerja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Terapkan Prinsip 3S

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan membangun budaya pelayanan yang ramah, RSUPP Betun juga menerapkan prinsip 3S, yakni Senyum, Sapa dan Salam kepada setiap pasien maupun pengunjung rumah sakit.

Menurut dr. Oktelin, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, tetapi juga bagaimana pasien mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik sejak pertama kali datang ke rumah sakit.

“Budaya pelayanan harus dimulai dari hal-hal sederhana. Senyum, sapa dan salam merupakan bagian dari bagaimana kita memberikan rasa nyaman kepada pasien dan keluarga,” katanya.

Pertahankan Akreditasi Bintang Lima
Di sisi lain, RSUPP Betun telah berhasil mempertahankan akreditasi bintang lima sebagai bagian dari komitmen terhadap standar mutu pelayanan rumah sakit.

Meski demikian, dr. Oktelin mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus dibenahi dan ditingkatkan.

“Kami mengapresiasi upaya dr. Valen bersama jajarannya yang telah mempertahankan pelayanan bintang lima. Sertifikasi ini penting sebagai standar mutu pelayanan di rumah sakit,” tambahnya.

Ia menegaskan, pembangunan fisik dan penambahan peralatan medis tetap menjadi perhatian manajemen. Namun, seluruh fasilitas tersebut harus ditopang oleh SDM yang memiliki disiplin, tanggung jawab dan budaya kerja yang baik.

“Perbaikan fisik dan penambahan peralatan medis penting, tetapi budaya kerja menjadi prioritas. Karena pelayanan yang berkualitas sangat bergantung pada bagaimana seluruh SDM menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” pungkasnya.

Editor : Boni Atolan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version