dr Oktelin Tegas: Tak Ada Pelayanan Setengah Hati di RSUPP Betun

IMG 20260823 WA01931

Malaka —29 Juni 2026

Direktur Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, menegaskan seluruh tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang cepat, profesional, berkualitas dan tanpa diskriminasi.

Menurut Oktelin, sebagai rumah sakit rujukan di kawasan perbatasan, RSUPP Betun memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan masyarakat Kabupaten Malaka memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu.
Karena itu, setiap tenaga kesehatan dituntut bekerja maksimal dengan menempatkan keselamatan dan kepentingan pasien sebagai prioritas utama.

“Tidak boleh ada pelayanan yang setengah-setengah, lamban, atau asal-asalan. Masyarakat datang dengan harapan, dan kita wajib menjawab harapan itu dengan kerja nyata,” tegas Oktelin.

Dokter Spesialis Jadi Ujung Tombak

Oktelin juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan dokter spesialis. Menurutnya, dokter spesialis memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas pelayanan medis di RSUPP Betun.

Disiplin, kesiapan dan profesionalisme dokter menjadi bagian penting untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medisnya.

“Dokter spesialis memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan medis berjalan optimal. Kehadiran, kesiapan, dan profesionalisme menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelayanan yang berkualitas tidak dapat dibebankan kepada satu kelompok tenaga kesehatan saja. Dibutuhkan kerja sama seluruh unsur rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya hingga tenaga pendukung.

ASN dan Non-ASN Punya Tanggung Jawab Sama
Oktelin menekankan tidak boleh ada sekat antara tenaga kesehatan berstatus ASN maupun non-ASN dalam menjalankan tugas pelayanan.
Semua memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Baik tenaga kesehatan ASN maupun non-ASN, semua memiliki tanggung jawab yang sama. Tidak ada perbedaan dalam hal dedikasi untuk melayani masyarakat,” katanya.

Untuk memperkuat pelayanan, ia meminta seluruh pegawai membangun budaya kerja yang disiplin, responsif dan tepat waktu. Sikap ramah, komunikasi yang baik serta pendekatan humanis juga harus menjadi bagian dari keseharian dalam melayani pasien.

Menurutnya, fasilitas dan teknologi medis yang semakin lengkap harus diimbangi dengan kualitas manusia yang mengoperasikan dan memberikan pelayanan.

“Kalau kita ingin pelayanan prima, kita harus bekerja sebagai satu tim. Saling mendukung, saling mengingatkan dan memiliki komitmen yang sama,” ujarnya.

Pelayanan Pasien Jadi Prioritas

Oktelin menegaskan transformasi pelayanan RSUPP Betun harus bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien dan keluarga.
Setiap pasien yang datang, kata dia, harus mendapatkan pelayanan tanpa membedakan latar belakang, status maupun kondisi sosial.

“Kita semua harus membangun kerja sama yang solid. Pelayanan terbaik hanya bisa lahir dari tim yang bekerja dengan satu visi dan komitmen yang sama,” pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan arah manajemen RSUPP Betun untuk membangun budaya kerja yang tidak hanya mengejar kecepatan pelayanan, tetapi juga mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, integritas dan kemanusiaan.

 

Editor : Boni Atolan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version