RaebesiNews.com – Pembangunan tanggul pengaman yang menghubungkan wilayah Naimana hingga Motain sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer mendapat apresiasi dari masyarakat, khususnya warga yang selama ini menghadapi ancaman banjir ketika musim hujan tiba.
Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai memberikan harapan baru bagi masyarakat. Tanggul yang dibangun dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Malaka diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan permukiman dan wilayah masyarakat dari ancaman luapan air.
Kepala Desa Lawalu, Daniel Kehi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS), Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), Dinas PUPR, serta DPRD Kabupaten Malaka yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur pengendali banjir tersebut.
Menurut Daniel, pembangunan tanggul ini sangat berarti bagi masyarakat karena persoalan banjir bukan merupakan persoalan baru bagi warga di wilayah tersebut.
“Pertama-tama kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, PUPR dan DPRD Kabupaten Malaka karena telah menyediakan anggaran yang besar untuk pembangunan tanggul dari Naimana ke Motain dengan jarak sekitar 1.600 meter,” kata Daniel.
Ia menilai pembangunan tanggul menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Terlebih, memasuki musim penghujan, masyarakat tentu kembali berhadapan dengan risiko banjir. Karena itu, keberadaan tanggul diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mengurangi dampak yang selama ini dirasakan warga.
Kontraktor Dinilai Punya Kepedulian terhadap Masyarakat
Apresiasi Daniel tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah. Ia juga memberikan penghargaan kepada pihak kontraktor yang melaksanakan pekerjaan pembangunan tanggul tersebut.
Menurutnya, para pekerja yang terlibat bukanlah orang yang asing dengan kondisi wilayah. Sebagian merupakan anak-anak desa yang juga merasakan langsung persoalan banjir.
Karena itu, mereka memahami bahwa pembangunan tanggul tersebut bukan sekadar pekerjaan proyek, melainkan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Daniel menyebut, dari panjang pekerjaan sekitar 1.600 meter, pihak pelaksana memberikan tambahan volume pekerjaan sekitar 19 meter.
Tambahan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi lebih kepada masyarakat.
“Kita sangat bangga dan berterima kasih kepada teman-teman kontraktor. Mereka sendiri mengalami banjir selama ini. Anak-anak desa juga. Jadi kami berterima kasih karena mereka ikut membantu masyarakat di beberapa wilayah ini,” ungkapnya.
Bagi Daniel, sikap seperti itu menunjukkan bahwa pembangunan akan jauh lebih berarti ketika semua pihak memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Tidak Berhenti pada Pembangunan Fisik
Di sisi lain, Daniel menyadari bahwa pembangunan tanggul tidak cukup hanya dengan membangun konstruksi fisiknya.
Setelah tanggul dibangun, masyarakat bersama pemerintah desa memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya agar tetap berfungsi dengan baik.
Karena itu, Pemerintah Desa Lewalu telah menyiapkan langkah lanjutan berupa penghijauan di sekitar kawasan tanggul.
Salah satu rencana yang akan dilakukan adalah menanam bambu di sepanjang sisi kiri dan kanan tanggul sekitar satu kilometer.
“Kami akan menanam bambu di sekitar pinggiran kiri dan kanan sepanjang satu kilometer. Kami akan bekerja sama dan menggunakan dana desa untuk menanam bambu supaya tidak terjadi erosi,” jelas Daniel.
Menurutnya, tanaman bambu diharapkan dapat membantu memperkuat tanah di sekitar tanggul sekaligus mengurangi risiko erosi yang dapat mengancam konstruksi.
Selain bambu, pemerintah desa juga akan menanam tanaman lain yang memiliki fungsi untuk menjaga kestabilan lingkungan di sekitar tanggul.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan yang telah dilakukan pemerintah dapat bertahan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
SBS-HMS dan Pembangunan yang Menyentuh Kebutuhan Warga
Pembangunan tanggul Naimana-Motain juga menjadi bagian dari semangat pembangunan Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS.
Infrastruktur pengendali banjir merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap luapan air saat musim hujan.
Pembangunan tidak hanya dipandang dari sisi fisiknya, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tanggul yang membentang sekitar 1,6 kilometer tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat di tingkat bawah.
Bagi warga Lewalu, keberadaan tanggul ini memberikan harapan agar musim hujan tidak lagi selalu identik dengan kecemasan terhadap banjir.
Masyarakat berharap tanggul tersebut dapat berfungsi maksimal dan menjadi perlindungan bagi permukiman maupun kawasan masyarakat di sekitarnya.
Namun, keberhasilan pembangunan tentu tidak hanya ditentukan oleh kualitas konstruksi. Perawatan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting agar infrastruktur tersebut tetap kokoh.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga
Daniel mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga tanggul yang telah dibangun.
Menurutnya, pemerintah telah memberikan perhatian melalui pembangunan infrastruktur, sementara masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga hasil pembangunan tersebut.
Dengan adanya rencana penanaman bambu dan tanaman lainnya, Pemerintah Desa Lewalu ingin memastikan kawasan tanggul tetap terawat dan terlindungi dari ancaman erosi.
“Yang berikutnya, kami akan menjaga keadaan tanggul yang sekarang bersama masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena pembangunan infrastruktur menggunakan anggaran pemerintah pada akhirnya kembali untuk kepentingan masyarakat.
Menjaga tanggul berarti menjaga keselamatan, menjaga lingkungan, sekaligus menjaga investasi pembangunan yang telah diberikan pemerintah.
Dari Tanggul untuk Rasa Aman
Pembangunan tanggul Naimana-Motain pada akhirnya bukan hanya tentang angka 1.600 meter atau besarnya anggaran yang digunakan.
Di balik pembangunan tersebut ada harapan masyarakat untuk hidup lebih aman ketika hujan turun. Ada harapan agar anak-anak dapat beraktivitas tanpa dihantui banjir, masyarakat dapat menjaga lahan dan lingkungan mereka, serta pemerintah desa tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama setiap musim penghujan.
Karena itu, apresiasi masyarakat menjadi bagian penting dari cerita pembangunan ini.
Pemerintah membangun, kontraktor bekerja, masyarakat menjaga.
Semangat tersebut menjadi modal penting agar pembangunan di Malaka tidak hanya terlihat dalam bentuk fisik, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan dan rasa aman bagi masyarakat.
Tanggul Naimana-Motain kini menjadi bagian dari harapan warga Lewalu untuk menyambut musim penghujan dengan lebih tenang.
SBS-HMS membangun, masyarakat merawat, dan manfaatnya diharapkan terus dirasakan hingga generasi berikutnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












