RAEBESINEWS.COM – Tenggara Timur (NTT) kerap diasosiasikan dengan lahan kering dan curah hujan minim. Namun di balik tantangan geografis dan iklim itu, terdapat sejumlah daerah yang menjadi kantong-kantong kesuburan, menopang produksi pangan dan perkebunan di wilayah ini.
Berikut lima daerah tersubur di NTT yang menjadi tumpuan utama sektor pertanian:
Baca Juga: 5 Daerah dengan Biaya Hidup Termahal di NTT, Kupang dan Labuan Bajo Masuk Daftar Teratas
1. Kabupaten Ngada: Surga Pertanian di Lereng Inerie
Wilayah Bajawa dan sekitarnya di Kabupaten Ngada memiliki tanah vulkanik yang kaya unsur hara, berkat keberadaannya di kaki Gunung Inerie. Komoditas utama yang tumbuh subur di sini meliputi kopi arabika, sayuran dataran tinggi, serta berbagai jenis hortikultura.
2. Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat: Lumbung Kopi Flores
Daerah pegunungan di ujung barat Pulau Flores ini terkenal dengan kesuburan tanah dan curah hujan yang cukup tinggi. Kopi, cokelat, dan cengkeh menjadi komoditas andalan yang ditanam dengan metode tradisional berbasis kearifan lokal seperti sistem “lingko”.
Baca Juga: 5 Kepala Daerah Paling Berpengaruh di NTT: Silahkan Cek Bupati Anda !
3. Kabupaten Ende: Warisan Subur dari Gunung Kelimutu
Kawasan di sekitar Gunung Kelimutu memiliki karakteristik tanah yang mendukung pertumbuhan tanaman seperti kopi, vanili, dan sayur-sayuran. Kondisi iklim yang relatif stabil juga membantu petani dalam menjaga hasil produksi.
4. Flores Timur: Perpaduan Laut dan Dataran Tinggi
Flores Timur mengandalkan daerah pesisir dan dataran tinggi yang subur untuk mengembangkan tanaman kelapa, kakao, dan berbagai tanaman pangan. Kombinasi tanah yang gembur dan iklim tropis menjadikan wilayah ini cocok untuk pertanian campuran.
Baca Juga: 5 Kepala Daerah Termuda di NTT: Nomor 1 dan 2 Masih Jomblo
5. DAS Benenain di Kabupaten Belu dan Malaka: Oase di Tengah Kekeringan
Wilayah sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain merupakan kawasan pertanian penting di Pulau Timor bagian selatan. Dengan dukungan Bendungan Benenain, ribuan hektare sawah dapat diairi secara teratur, memungkinkan budidaya padi, jagung, dan hortikultura secara berkelanjutan.
Kelima daerah ini menjadi titik tumpu harapan pertanian NTT. Di tengah tantangan iklim dan infrastruktur, kawasan-kawasan ini terus membuktikan bahwa tanah NTT masih menyimpan potensi besar untuk masa depan pangan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.



