RARBESINEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Malaka menerima hibah lahan seluas 15 hektare dari sembilan warga Desa Laleten, Kecamatan Weliman, untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Prosesi serah terima berlangsung di Kantor Desa Laleten, Senin (20/5), dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu.
Acara dimulai dengan penandatanganan dokumen serah terima di atas meterai oleh para pemilik lahan, yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan patok lahan secara simbolis oleh Wakil Bupati Henri Simu, disaksikan oleh masyarakat dan tokoh adat setempat.
Baca Juga: Dua Srikandi Penjaga Malaka: Kisah Cinta, Doa, dan Kesetiaan di Balik Kepemimpinan SBS-HMS
Plh. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malaka, Lorens Haba, memandu langsung jalannya acara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga yang dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pendidikan di daerah.
Adapun sembilan pemilik lahan yang menghibahkan tanahnya untuk kepentingan pembangunan Sekolah Rakyat antara lain:
1. Kornelia Bano Koy
2. Yasintha Hoar / Paulus Koy
3. Frans Koy
4. Klemens Klau Lalak / Blandina Luruk
5. Yakobus Bria Liku / Theresia Telik
6. Alfonsius Bria
7. Herman Klau
8. Marselinus Bere / Wihelmina Hoar
9. Yohanes Koy
Baca Juga: Mencegah Isolasi, Membangun Harapan: Jalan Longsor di Rinhat Diperbaiki, Warga Berterima Kasih
Harapan dan Komitmen
Salah satu pemilik lahan, Kornelia Bano Koy, menyatakan bahwa hibah ini diberikan dengan penuh keikhlasan demi masa depan anak-anak di Desa Laleten.
“Kami tidak punya banyak harta, tapi kami percaya tanah ini akan berguna untuk mendidik anak cucu kami kelak. Sekolah ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh masyarakat,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Senada dengan itu, Marselinus Bere menyampaikan harapannya agar pembangunan sekolah dapat berjalan lancar dan cepat. “Kami serahkan tanah ini dengan harapan agar anak-anak kami tidak perlu jauh-jauh lagi mencari sekolah. Semoga pemerintah serius membangun,” katanya.
Wakil Bupati Henri Melki Simu dalam sambutannya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka sangat menghargai kepercayaan masyarakat Desa Laleten.
“Tanah ini adalah wujud semangat rakyat membangun bangsanya sendiri. Kami pastikan pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan ini akan menjadi prioritas,” kata Henri.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat bertujuan memperluas akses pendidikan dasar yang inklusif dan berbasis nilai-nilai lokal serta kebangsaan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











