Momen Hangat Wakil Ketua Dekranasda Malaka Bersama Mama-Mama Papua di Expo HUT Dekranas ke-45

Screenshot 20250709 142602 WhatsApp 3620750803

RAEBESINEWS.COM – Di tengah gemerlap pameran Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang merayakan ulang tahun ke-45 di BSSC Dome, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, terselip satu momen yang menggugah hati.

Momen itu terjadi di salah satu sudut stand pameran, Stand Dekranasda Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, saat Wakil Ketua Dekranasda Malaka, Ny. Liem Jun Djung, diapit oleh para mama-mama dari Papua. Empat perempuan dari dua belahan timur Indonesia itu berdiri dalam kehangatan, saling tersenyum, saling mendekap dalam ikatan budaya yang kuat.

Dalam balutan pakaian adat masing-masing, perjumpaan ini menyuarakan sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar pameran kerajinan. Ia menjadi penanda bahwa budaya tidak pernah berdiri sendiri, tetapi berjalan beriringan dengan rasa, jiwa, dan persaudaraan.

Ny. Liem Jun Djung tampil anggun mengenakan kain tenun ikat khas Malaka. Sementara itu, para mama Papua menghadirkan nuansa eksotik dengan pakaian tradisional penuh warna, hiasan kepala dari bulu burung cenderawasih, dan manik-manik yang bercerita tentang alam, tanah, dan leluhur mereka. Di antara tawa dan obrolan singkat, berdirilah potret nyata tentang kekayaan budaya yang dijaga oleh tangan-tangan perempuan hebat dari dua ujung negeri ini.

“Ketika budaya kita bertemu, ada rasa haru dan bangga yang sulit dijelaskan. Mama-mama Papua luar biasa hangat dan bersahabat. Kami merasa seperti satu keluarga,” ungkap Ny. Liem Jun Djung dengan mata berbinar.

Stand Dekranasda Malaka sendiri menjadi salah satu pusat perhatian dalam expo tersebut. Berbagai kain tenun ikat dengan motif khas Kabupaten Malaka dipamerkan dengan apik. Ada motif Likurai, Bau Manu, Feto Faan, dan Motif Nanin, semua ditenun dengan tangan oleh para perempuan desa yang telah mewarisi keahlian ini dari generasi ke generasi.

Tidak hanya memamerkan produk, stand ini juga menyampaikan narasi panjang tentang perjuangan, ketekunan, dan kebanggaan perempuan Malaka dalam mempertahankan identitas kultural di tengah arus modernisasi. Kain-kain itu bukan sekadar barang dagangan, melainkan simbol hidup dari sejarah, keyakinan, dan cinta pada tanah leluhur.

Kehadiran Ny. Liem Jun Djung dalam expo ini mewakili komitmen Dekranasda Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Ny. Beatrix Yasintha Tae untuk terus mendorong pengembangan UMKM lokal berbasis kerajinan tradisional.

Dalam kesempatan itu pula, Wakil Ketua Dekranasda Provinsi NTT menyempatkan diri mengunjungi stand Malaka, memberi pujian atas keunikan motif dan kualitas tenun yang dipamerkan.

Salah satu pengunjung dari Jakarta, Natalia (35), mengungkapkan kekagumannya terhadap pameran ini.
“Saya terharu melihat mama-mama Papua dan ibu dari NTT berfoto bersama. Ini Indonesia sesungguhnya. Stand Malaka juga luar biasa. Tenunnya khas dan warna-warnanya kuat tapi tetap elegan,” ujarnya.

Expo Dekranas ke-45 ini menjadi ruang perjumpaan antarbudaya, tempat di mana kerajinan bukan hanya produk ekonomi, tetapi juga alat diplomasi kultural.

Dan di tengah-tengahnya, perempuan memainkan peran yang luar biasa: mereka menjaga warisan, menyulam kebersamaan, dan menyuarakan pesan perdamaian melalui seutas benang dan sebilah senyum.

Foto Ny. Liem Jun Djung bersama mama-mama Papua menjadi simbol yang tak terbantahkan dari semangat Bhineka Tunggal Ika. Bahwa di tengah perbedaan bahasa, warna kulit, motif kain, atau asal-usul, kita tetap satu dalam keindahan bernama Indonesia.

“Dari Malaka hingga Papua, dari tenun hingga manik-manik, dari desa ke kota ,budaya menyatukan kita dalam satu anyaman: Nusantara.”***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *