RAEBESINEWS.COM – Biaya hidup di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan pantauan harga kebutuhan pokok, transportasi, dan layanan publik, terdapat lima daerah yang menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan biaya hidup tertinggi di provinsi ini.
Baca Juga: 5 Kepala Daerah Paling Berpengaruh di NTT: Silahkan Cek Bupati Anda !
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang tercatat sebagai daerah dengan biaya hidup tertinggi di NTT. Harga sewa tempat tinggal, makanan, serta jasa transportasi terus merangkak naik. Harga sewa kos saat ini berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per bulan, sementara harga makanan di warung makan atau restoran berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000 per porsi.
2. Labuan Bajo, Manggarai Barat
Kawasan wisata unggulan ini mengalami lonjakan harga akibat derasnya arus pariwisata. Harga bahan kebutuhan pokok serta akomodasi melonjak tajam, terutama selama musim kunjungan wisatawan. Ketersediaan barang yang terbatas juga memperburuk keadaan.
Baca Juga: 5 Kepala Daerah Termuda di NTT: Nomor 1 dan 2 Masih Jomblo
Meski relatif terpencil, Waingapu mengalami kenaikan harga signifikan karena tingginya biaya distribusi barang. Bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan BBM bisa 10 hingga 20 persen lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain di NTT.
Kota perbatasan ini terpengaruh oleh arus barang dari Timor Leste. Fluktuasi harga kerap terjadi, terutama pada produk-produk kebutuhan harian. Meski sebagian barang lebih murah karena impor tidak resmi, sebagian lain justru lebih mahal karena ketergantungan pasokan dari luar.
Baca Juga: Pemkab Malaka Tertibkan Aset Daerah, Puluhan Kendaraan Dinas Rusak dan Menunggak Pajak
Sebagai kota pusat pendidikan dan perdagangan di Flores, Maumere mengalami peningkatan biaya hidup yang cukup signifikan. Harga sewa tempat tinggal dan barang-barang konsumsi mengalami kenaikan perlahan namun pasti sejak tiga tahun terakhir.
Salah satu warga Kupang, Maria Da Silva (34), mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik. “Sekarang belanja Rp100 ribu di pasar sudah tidak cukup untuk beli beras, sayur, dan lauk,” ujarnya.
Dinas Perdagangan NTT mengakui bahwa disparitas harga antarwilayah di NTT masih menjadi persoalan utama. Faktor transportasi, logistik, dan ketimpangan pembangunan disebut sebagai penyebab utama tingginya biaya hidup di beberapa daerah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
